Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia, Bidik Kerja Sama Energi Nuklir

- Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra paling kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik.
- Volume perdagangan Indonesia dan Rusia naik 12 persen pada 2025, menurut Putin.
- Putin dan Prabowo Subianto bertemu di EEF ke-11 untuk membahas hubungan bilateral dan kerja sama berbagai sektor.
Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, Indonesia merupakan mitra yang paling kunci di kawasan Asia-Pasifik. Menurut dia, hubungan persahabatan Rusia-Indonesia telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Putin menyampaikan, perdagangan antara kedua negara juga berkembang pesat. Ia mencatat volume perdagangan kedua negara mencapai 12 persen pada 2025.
Hal ini disampaikan Putin dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Prabowo Subianto di sela-sela forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang tahun ini digelar di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (4/8/2026).
"Perdagangan antara kedua negara kita juga berkembang. Pada tahun lalu, volume perdagangan naik 12 persen," kata Putin.
Putin menyebut, Indonesia dan Uni Ekonomi Eurosia telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas. Selain itu, kerja sama di berbagai platform internasional telah terjalin, termasuk pada forum PBB.
Menurut dia, Rusia juga membidik kerja sama bilateral pada pembangunan di berbagai sektor seperti pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir.
"Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026) malam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU).
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden Prabowo menjadi tamu kehormatan atas undangan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, Jakarta.






















