Anak Usaha Telkom Kejar Ekspansi, Bidik Pasar Baru

- Telkom Akses menargetkan ekspansi di luar captive market menuju OLO, ISP, dan enterprise, dengan Managed Services, Deployment & Construction, serta VAMS sebagai portofolio pertumbuhan lima tahun.
- Perusahaan menjalankan lima fokus transformasi: operational excellence, digitalisasi dan AI, pengembangan SDM, budaya integritas serta perbaikan berkelanjutan, dan ekspansi bisnis.
- Telkom Akses mengasah talenta melalui program pengembangan, kompetensi teknisi, meritokrasi, serta budaya TRUST untuk memperkuat kolaborasi, kualitas layanan, dan orientasi hasil.
Jakarta, IDN Times - Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), yakni Telkom Akses menargetkan ekspansi bisnis di luar captive market untuk mendapatkan sumber pertumbuhan baru.
Perusahaan melakukan penguatan sejumlah portofolio, antara lain Managed Services, Deployment & Construction, serta Value Added Managed Services (VAMS), sekaligus menargetkan external marketsebagai salah satu sumber pertumbuhan utama dalam lima tahun mendatang.
Pasar yang disasar, antara lain Other Licensed Operator (OLO), Internet Service Provider (ISP), dan segmen enterprise.
“Saya ingin Telkom Akses berevolusi dari execution company menjadi strategic value creator bagi TelkomGroup, serta menjadi benchmark nasional dalam kualitas deployment, produktivitas, digital field operation, dan keselamatan kerja,” kata Direktur Utama Telkom Akses, Irphan Wijaya Irphan dikutip Jumat, (28/8/2026).
1. Tetapkan 5 fokus transformasi
Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui penyediaan fasilitas praktik dan peningkatan kompetensi guru SMK di wilayah 3T, Jumat (26/6). (dok. Telkom) Dalam lima tahun ke depan, Telkom Akses menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu rujukan industri dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur telekomunikasi nasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Telkom Akses menetapkan lima fokus transformasi, yaitu penguatan operational excellence; digitalisasi proses melalui pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI); pengembangan Human Capital sebagai keunggulan kompetitif; serta penguatan budaya integritas disiplin operasi, dan continuous improvement.
Adapun ekspansi bisnis menjadi fokus transformasi kelima yang telah ditetapkan perusahaan.
“Bagi saya, lima tahun ke depan bukan hanya tentang membangun maupun mengelola lebih banyak jaringan, tetapi membangun perusahaan yang jauh lebih kuat,” ujar Irphan.
2. Operasional harus terus diperbaiki

Ilustrasi pekerja Telkom Akses. (dok. Telkom Akses) Irphan menempatkan operational excellence sebagai salah satu fondasi utama transformasi Telkom Akses. Fokus tersebut diarahkan pada empat aspek, yaitu kualitas, kecepatan eksekusi, produktivitas, dan keselamatan kerja. Keempat aspek tersebut menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong efisiensi operasional perusahaan.
Sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi yang semakin dinamis, Telkom Akses juga memperkuat standardisasi dan digitalisasi proses, termasuk penerapan predictive maintenance dan analitik berbasis AI.
Transformasi tidak hanya dilakukan pada sisi teknologi, tetapi mencakup business model, process, technology, people, hingga culture agar seluruh elemen organisasi berkembang secara selaras dan berkelanjutan.
3. Telkom Akses asah kualitas SDM

Ilustrasi pekerja Telkom Akses. (dok. Telkom Akses) Transformasi perusahaan juga menempatkan sumber daya manusia sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan. Irphan menilai teknologi dan strategi merupakan enabler, sementara kualitas manusia menjadi faktor yang menentukan kemampuan perusahaan dalam menciptakan keunggulan kompetitif.
Oleh karena itu, Telkom Akses mendorong pengembangan Future Ready Talent dengan lima karakter utama, yaitu Integrity, Digital Mindset, Customer Experience Centric, Learning Agility, danCollaboration.
Pengembangan talenta dilakukan melalui berbagai program seperti coaching, mentoring, cross assignment, succession planning, dan individual development plan, dengan memperkuat prinsip meritokrasi dalam pengembangan karier.
Khusus bagi teknisi yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, pengembangan kompetensi tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi dan emotional intelligence.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat peran teknisi sebagai representasi perusahaan di lapangan.
Di samping transformasi operasional, digitalisasi, dan pengembangan talenta, Telkom Akses memperkuat budaya perusahaan melalui nilai TRUST, yakni: Teamwork, Responsibility, Uncompromised Integrity, Service Excellence, dan Transformation Mindset.
Nilai TRUST menjadi landasan bagi seluruh Warrior Telkom Akses untuk membangun kolaborasi lintas fungsi, memiliki ownership terhadap hasil pekerjaan, menjunjung tinggi integritas, mengutamakan kualitas layanan, serta terbuka terhadap perubahan dan pemanfaatan teknologi.
“Kompetensi bisa dipelajari, sementara karakter tidak mudah dibangun dan membutuhkan proses. Saya ingin budaya perusahaan bergerak dari Command & Control menjadi Empower & Collaborate, serta dari Activity Based menjadi Outcome Based,” tutur Irphan.




![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter Spongebob, Bisa Betul Semua?](https://image.idntimes.com/post/20260426/untitled_ed317754-35d8-4cfe-9cfd-5824b065d8cf.png)







![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu Akan Sukses? Cari Tahu Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20240726/pexels-minan1398-1134190-67cbd4c42daa4906a548a933aa986dd0.jpg)





