Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terus Bertambah, Adik Kakak Jadi Korban Tewas Kebakaran SPBE Bekasi
Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga akibatkan kebakaran, Rabu (1/4/2026) malam. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Jumlah korban tewas kebakaran dan ledakan di SPBE Cimuning, Bekasi, bertambah menjadi empat orang, termasuk sepasang kakak beradik yang meninggal setelah dirawat intensif.
  • Kebakaran dipicu kebocoran gas yang tersulut korsleting listrik, menyebabkan ledakan besar hingga merusak hampir seluruh fasilitas SPBE di Jalan Cinyosog, Mustika Jaya.
  • Pertamina menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan memastikan seluruh korban luka mendapat perawatan medis penuh serta penanganan dampak secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 April 2026 malam

Ledakan dan kebakaran besar terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Peristiwa diduga dipicu oleh korsleting listrik setelah adanya kebocoran gas.

2 April 2026 dini hari

Plt. Kadisdamkarmat Kota Bekasi Heryanto menjelaskan penyebab awal kebakaran dan ledakan SPBE. Pertamina melalui Susanto August Satria menyampaikan permintaan maaf dan memastikan penanganan korban serta dampak insiden.

5 April 2026 malam

Sekuriti SPBE bernama Suyadi meninggal dunia setelah dirawat akibat luka dari kebakaran.

6 April 2026

Sekuriti lain bernama Jaimun meninggal dunia setelah perawatan medis. Wakil Wali Kota Bekasi menyampaikan belasungkawa atas kematian Suyadi pada hari yang sama.

7 April 2026 malam

Korban bernama Sapta Prihantono meninggal dunia akibat luka dari kebakaran SPBE.

9 April 2026

Aulia Putri Budiasti, kakak dari Sapta Prihantono, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

kini

Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran dan ledakan di SPBE Bekasi mencapai empat orang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kebakaran disertai ledakan terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Bekasi, menyebabkan empat orang meninggal dunia dan kerusakan berat pada fasilitas pengisian gas tersebut.
  • Who?
    Korban tewas terdiri dari dua sekuriti SPBE bernama Jaimun dan Suyadi, serta dua saudara kandung Aulia Putri Budiasti dan Sapta Prihantono. Penanganan dilakukan oleh aparat setempat dan Pertamina.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di SPBE yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Kebakaran dan ledakan berlangsung pada Rabu malam, 1 April 2026. Korban meninggal secara bertahap antara 5 hingga 9 April 2026 setelah menjalani perawatan medis.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan petugas damkar, kebakaran dipicu oleh kebocoran gas yang diduga tersulut akibat korsleting listrik di area sekitar SPBE.
  • How?
    Kebocoran gas menimbulkan bau menyengat sebelum akhirnya terjadi ledakan besar yang memicu kebakaran hebat. Petugas pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api dan evakuasi korban dilakukan segera setelah kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Korban kebakaran tewas akibat kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, terus bertambah. Kini jumlah korban meninggal dunia jadi empat orang.

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengatakan korban atas nama Aulia Putri Budiasti dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (9/4/2026), setelah mendapatkan perawatan medis. Aulia juga merupakan kakak dari Sapta Prihantono yang meninggal terlebih dahulu pada Selasa, 7 April 2026 malam.

"Ya betul total yang meninggal dunia ada empat orang saat ini," katanya, Kamis.

1. Dua sekuriti SPBE meninggal dunia

Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga akibatkan kebakaran, Rabu (1/4/2026) malam. (IDN Times/Imam Faishal)

Sebelumnya, dua sekuriti SPBE bernama Jaimun, 62 tahun, dan Suyadi, 62 tahun, juga meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Jaimun meninggal pada Senin, 6 April 2026, sementara Suyadi pada Minggu, 5 April 2026 malam.

"Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi, dia adalah merupakan sekuriti, dan sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan, sudah lakukan kemarin langsung dikubur tadi malam," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, Senin, 6 April 2026.

2. Kronologi kebakaran dan ledakan di SPBE Kota Bekasi

Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga akibatkan kebakaran, Rabu (1/4/2026) malam. (IDN Times/Imam Faishal)

Diketahui, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga memicu kebakaran besar, Rabu, 1 April 2026 malam.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan peristiwa tersebut berawal dari adanya kebocoran gas di lingkungan SPBE. Informasi itu didapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.

Dia menduga api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE yang mengakibatkan ledakan. Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, lanjut Heryanto, SPBE mengalami kerusakan berat dan hampir rusak total.

"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya arus pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi," kata Heryanto, Kamis, 2 April 2026 dini hari.

3. Permintaan maaf Pertamina

Suasana SPBE Bekasi pasca ledakan hingga kebakaran. (IDN Times/Imam Faishal)

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan SPBE yang meledak merupakan milik swasta sekaligus mitra Pertamina Patra Niaga.

"Mohon maaf atas insiden yang terjadi pada malam ini. Fokus kami memang adalah tadi pada penanganan insiden, dan memastikan tidak ada dampak yang meluas," kata dia kepada jurnalis, Kamis, 2 April 2026 dini hari.

Susanto juga memastikan, seluruh korban luka-luka akibat peristiwa ledakan tersebut, akan sepenuhnya dibiayai Pertamina.

"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban maksudnya, akan diberikan penanganan medis terbaik," ujar dia.

Editorial Team