Korban Tewas Kebakaran SPBE Bekasi Jadi 3 Orang

Korban tewas akibat kebakaran dan ledakan di SPBE Cimuning, Bekasi, bertambah menjadi tiga orang setelah seorang pelajar bernama Sapta Prihantono meninggal dunia pada Selasa malam.
Pemerintah Kota Bekasi akan memanggil manajemen PT Indogas Andalan Kita serta Pertamina untuk membahas standar keselamatan dan tanggung jawab terkait insiden kebakaran tersebut.
Kebakaran di SPBE diduga dipicu oleh kebocoran gas yang tersulut korsleting listrik, menyebabkan ledakan besar hingga fasilitas mengalami kerusakan berat hampir total.
Bekasi, IDN Times - Korban kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, bertambah jadi tiga orang.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyampaikan, korban ketiga bernama Sapta Prihantono meninggal pada Selasa (7/4/2026) malam. Sapta diketahui merupakan pelajar yang masih duduk di kelas X, SMK Negeri 15 Kota Bekasi.
"Iya, yang udah meninggal tadi, terakhir tadi malam meninggal. Itu seorang pria, masih pelajar, dan ini Insyaallah akan diperhatikan," katanya kepada jurnalis, Rabu (8/4/2026).
1. Pemkot Bekasi bakal panggil pihak SPBE

Bobihoe menyampaikan, pihaknya akan mengundang manajemen PT Indogas Andalan Kita yang mengelola SPBE tersebut. Pemkot Bekasi juga akan mengundang Pertamina selalu pemasok gas ke SPBE.
"Saya kira kan ada standarisasi daripada perusahaan itu lewat kerja sama dengan Pertamina. Mereka akan ada beberapa syarat dan itu akan kita bicarakan besok dengan Pertamina," kata dia.
2. Sebelumnya 2 sekuriti dinyatakan meninggal

Sebelumnya, dua orang sekuriti di SPBE bernama Jaimun (62) dan Suyadi (62), meninggal setelah mendapatkan perawatan medis. Jaimun meninggal pada Senin (6/4/2026), sementara Suyadi pada Minggu (5/4/2026) malam.
"Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi, dia adalah merupakan sekuriti, dan sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan, sudah lakukan kemarin langsung di kubur tadi malam," kata Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Senin (6/4/2026).
3. Kronologi kebakaran

Sebelumnya, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga memicu kebakaran besar, Rabu (1/4/2026) malam.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari adanya kebocoran gas di lingkungan SPBE. Informasi itu didapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.
Dia menduga api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE yang mengakibatkan ledakan. Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, lanjut Heryanto, SPBE mengalami kerusakan berat dan hampir rusak total.
"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya arus pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi," kata Heryanto, Kamis, 2 April 2026 dini hari.


















