4 Fakta L, Tulang Punggung Transportasi Perkotaan di Chicago

Para pemimpin kota Chicago ingin membangun sistem kereta api tetapi mengakui kereta bawah tanah terlalu mahal, sehingga mereka memilih jalur rel layang sebagai gantinya. Kereta "L" (singkatan dari elevated) pertama dibangun pada tahun 1892. Perjalanan pertamanya menempuh jarak 3,6 mil dalam 14 menit. Pada saat itu, "L" adalah kereta uap sederhana yang berjalan di jalur rel tinggi.
Segalanya berubah dengan cepat setelah sistem tenaga rel ketiga dipamerkan di World's Columbian Exposition tahun 1893. Sebuah kereta listrik dibangun untuk mengangkut orang-orang di sekitar pameran menggunakan sistem baru ini. Jenis yang sama kemudian digunakan pada jalur kereta api "L" dan banyak sistem kereta api di seluruh dunia. Yuk, simak fakta unik tentang "L" berikut ini, guys!
1. Awalnya bernama Chicago and South Side Rapid Transit Railroad

Jalur "L" pertama mulai beroperasi pada tahun 1892 sebagai Chicago and South Side Rapid Transit Railroad, menurut Classic Chicago Magazine. Pada saat itu, lokomotif uap menarik empat gerbong penumpang kayu. Setiap kereta hanya membawa beberapa lusin penumpang. Sebagian dari jalur asli masih digunakan hingga saat ini oleh Jalur Hijau.
Pada tahun berikutnya, layanan diperluas hingga Stony Island Avenue. Ia juga mencapai Gedung Transportasi di Pameran Dunia Columbia di Jackson Park. Perluasan meningkatkan akses ke tujuan-tujuan utama. Di tahun yang sama, kereta api beroperasi di Jalur Kereta Api Layang Lake Street.
2. Mengalami modernisasi selama abad ke-20

Pada tahun 1947, CTA mengambil alih Chicago Rapid Transit Company. Ini menandai perubahan besar dalam manajemen transportasi umum Chicago. Seiring waktu, CTA memodernisasi "L" dengan mengganti gerbong kayu dengan gerbong baja. Mereka juga menutup jalur cabang yang jarang digunakan dan stasiun yang berdekatan.
Gerbong kereta ber-AC pertama kali diperkenalkan pada tahun 1964. Pada tahun 1973, gerbong pra-Perang Dunia II terakhir dipensiunkan. Layanan ke Bandara O'Hare dimulai pada tahun 1984, diikuti oleh Bandara Midway pada tahun 1993. Pada tahun yang sama, CTA mengganti nama jalurnya menggunakan sistem warna yang sudah dikenal.
3. Sistem transportasi terbesar dan tersibuk kedua di Amerika Serikat

"L" mengoperasikan 1.492 gerbong kereta di delapan rute. Pada hari kerja biasa, mengangkut sekitar 752.734 penumpang. Ini setara dengan sekitar 239 juta penumpang setiap tahunnya. Dengan demikian, L Stop Tours melaporkan bahwa "L" menjadi sistem transportasi umum terbesar dan tersibuk kedua di Amerika Serikat.
"L" hanya dilampaui oleh satu sistem. Sistem itu adalah New York City Subway. Dengan demikian, tidak ada jaringan transportasi umum AS lainnya yang mengangkut lebih banyak penumpang.
4. Memiliki tiga jalur tersibuk

Jalur Merah, Biru, dan Cokelat adalah rute tersibuk di "L". Merah mengangkut lebih dari 225.000 penumpang pada hari kerja rata-rata. Adapun Biru melayani hampir 150.000 penumpang, sementara Cokelat mengangkut sekitar 40.000 penumpang setiap hari.
Jumlah penumpang "L" terus pulih tetapi masih di bawah level prapandemik COVID-19. Ia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Terlepas dari itu, "L" tetap penting untuk perjalanan sehari-hari di Chicago. Jalur-jalur tersibuknya selalu mengangkut ribuan penumpang setiap hari.
"L" merupakan bagian penting dari jaringan transportasi Chicago. Sejarah yang panjang dan jumlah penumpang yang besar menunjukkan nilainya sebagai simbol sejati kota ini.



















