Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiga Operasi Udara Tangani Karhutla Kalteng, Water Bombing di Tanjung Puting

2 min read
Tiga Operasi Udara Tangani Karhutla Kalteng, Water Bombing di Tanjung Puting
Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemerintah menjalankan tiga operasi udara untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah, yaitu water bombing, OMC dengan semai garam, dan OMC Dry Ice.

  • Operasi di Tanjung Puting telah melakukan 16 kali water bombing dengan penambahan helikopter dari TNI dan kehutanan.

  • Helikopter digeser ke Kuala Pembuang karena jarak pandang terbatas, sementara kebutuhan avtur sempat menjadi kendala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melakukan tiga operasi udara dalam pengananan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Antoni, mengatakan, tiga operasi udara itu yakni water bombing, operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan semai garam (NaCl), dan OMC dry ice.

“Jadi tiga ini udara kita kerjakan dan kita tidak akan lepas tangan, tidak akan cuci tangan, tapi memaksimumkan potensi kita untuk menjaga masyarakat kita dari api,” ujar Raja Juli dalam keterangan tertulis Kemenhut, Minggu (18/10/2026).

  1. 1. Sebanyak 16 kali water bombing

    Ilustrasi Water Bombing memadamkan api akibat karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Ilustrasi Water Bombing memadamkan api akibat karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Dalam operasi udara ini, pemerintah telah melakukan 16 kali water bombing. Helikopter pun ditambah untuk penanganan karhutla, khususnya di kawasan Tanjung Puting.

    “Alhamdulillah mulai kemarin sudah berusaha untuk diterbangkan dan hari ini berhasil untuk melakukan water bombing, 16 kali water bombing. Kita tambah lagi nanti ada dua heli dari TNI dan satu dari kehutanan. Jadi kita akan lakukan water bombing secara maksimum,” kata Raja Antoni.

  2. 2. Helikopter sempat digeser ke Kuala Pembuang

    Helikopter Water bombing BNPB bersiaga di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Helikopter Water bombing BNPB bersiaga di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Pengerahan helikopter water bombing dilakukan setelah helikopter yang sebelumnya berada di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, digeser menuju Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

    Langkah tersebut diambil karena sejumlah bandara utama di Kalimantan Tengah terkendala jarak pandang (visibility) untuk penerbangan helikopter water bombing.

    “Operasi udara kedua ya, water bombing yang sudah saya janjikan sebelumnya karena seluruh airport utama di Tjilik Riwut tidak bisa diterbangkan helikopter bombing karena visibility yang terbatas, maka kita geser helikopter bombing yang ada di Samsudin Noor Kalimantan Selatan ke Kuala Pembuang. Kuala Pembuang di Seruyan,” ujar Raja Antoni.

  3. 3. Terkendala ketersediaan avtur

    Heli water bombing tampak kecil di tengah kobaran api/ IDN Times/ Riyanto
    Heli water bombing tampak kecil di tengah kobaran api/ IDN Times/ Riyanto

    Operasi water bombing juga sempat menghadapi kendala ketersediaan avtur di Kuala Pembuang. Menhut mengatakan pemerintah langsung mencari solusi agar kebutuhan bahan bakar untuk mendukung operasi udara tersebut dapat dipenuhi.

    “Ada masalah dengan avtur ya karena tidak tersedia avtur di Kuala Pembuang. Alhamdulillah tadi saya telepon Dirut Pertamina, beliau juga secara cepat, secara menyediakan avtur untuk water bombing,” kata dia.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More