Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim Ekspedisi Patriot IPB Pasang AWS Atasi Kekeringan di Merauke
Tim Ekspedisi Patriot IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan/(dok Kementras)
  • Tim Ekspedisi Patriot IPB memasang Automatic Weather Station di Kampung Harapan Makmur, Merauke, untuk menyediakan data cuaca real-time, prediksi 15 hari, dan menjangkau lahan hingga 40 kilometer.

  • Teknologi AWS membantu petani mengantisipasi kekeringan serta serangan hama, sementara tim mendampingi penerapan pertanian cerdas iklim melalui kalender tanam, pemompaan air, dan dashboard digital.

  • Program ini diarahkan menghadirkan solusi lapangan yang relevan dan berkelanjutan, bukan sekadar pemetaan masalah atau laporan, agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat pertanian Merauke.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
21 September 2026

Kepala Kampung Harapan Makmur, Sutamto, menyatakan pemasangan AWS membantu petani yang mayoritas bergantung pada pertanian.

15 hari ke depan

AWS menyediakan prediksi kondisi iklim untuk membantu petani mengantisipasi hama dan risiko kekeringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tim Ekspedisi Patriot IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) dan mendampingi penerapan pertanian cerdas iklim untuk membantu petani menghadapi ketidakpastian cuaca, hama, dan risiko kekeringan.
  • Who?
    Tim Ekspedisi Patriot IPB University, petani Kampung Harapan Makmur, Kepala Kampung Sutamto, Ketua Tim TEP IPB Ahmad Junaidi, Menko AHY, dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara terlibat.
  • Where?
    AWS dipasang di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
  • When?
    Pernyataan Kepala Kampung Harapan Makmur Sutamto dikutip pada Senin, 21 September 2026. Waktu pemasangan AWS per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Pemasangan dilakukan karena mayoritas warga Kampung Harapan Makmur bergantung pada pertanian dan memerlukan informasi cuaca serta iklim untuk mengantisipasi kekeringan, hama, dan mengatur kegiatan budidaya.
  • How?
    AWS menyediakan data cuaca real-time, prediksi hingga 15 hari, dan jangkauan lahan sampai 40 kilometer. Petani didampingi menyusun kalender tanam, mengatur pemompaan air, serta mengantisipasi hama melalui dashboard digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tim dari IPB memasang alat cuaca di Kampung Harapan Makmur, Merauke. Alat ini membantu petani tahu cuaca sampai 15 hari. Petani juga bisa lebih siap saat air kurang atau ada hama. Tim IPB mengajari petani mengatur waktu tanam dan air. Sekarang alat itu membantu kebun sampai 40 kilometer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemasangan AWS di Kampung Harapan Makmur menunjukkan bagaimana teknologi dapat diterjemahkan menjadi dukungan yang dekat dengan kebutuhan petani. Data cuaca real-time, prediksi 15 hari, dan pendampingan kalender tanam hingga pengaturan air memberi warga mayoritas petani dasar yang lebih jelas untuk menyesuaikan kegiatan budidaya dengan kondisi agroklimat dan mengantisipasi risiko kekeringan maupun hama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tim Ekspedisi Patriot IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk membantu petani menghadapi ketidakpastian cuaca dan iklim.

AWS tersebut menyediakan data cuaca secara real-time, prediksi kondisi iklim hingga 15 hari ke depan, serta informasi yang dapat digunakan petani untuk mengantisipasi serangan hama dan risiko kekeringan. Teknologi ini dapat menjangkau lahan pertanian hingga 40 kilometer.

"Karena dengan pemasangan itu, kita dimudahkan. Petani sangat dibantu karena masyarakat Kampung Harapan Makmur mayoritas penghidupannya adalah dari pertanian sehingga dengan adanya alat itu, warga petani Kampung Harapan Makmur sangat terbantu, dan dengan harapan ke depannya dapat bermanfaat, dapat meningkatkan kualitas hasilnya," ujar Kepala Kampung Harapan Makmur, Sutamto, dikutip Senin (21/9/2026).

1. Jadikan pertanian cerdas iklim

Tim Ekspedisi Patriot IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan/(dok Kementras)

Tak hanya memasang AWS, Tim Ekspedisi Patriot IPB University juga mendampingi petani menerapkan pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture), mulai dari penyusunan kalender tanam, pengaturan pemompaan air, hingga antisipasi hama melalui dashboard digital.

"Kita akan menjadikan petaninya, petani yang bertani dengan cerdas iklim. Nah, cerdas iklim ini kan, jadi bagaimana bertani menyesuaikan dengan karakter agroklimat yang ada di sana, ya, termasuk nanti mempelajari betul bagaimana kecukupan air dan karakter-karakter agroklimat serta konsekuensi dari agroklimat itu untuk pertanian," ujar Ketua Tim TEP IPB University, Ahmad Junaidi.

2. Berikan solusi di lapangan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beri pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026)/ (dok/Kementras)

Pemanfaatan teknologi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar Ekspedisi Patriot tidak berhenti pada pemetaan persoalan, tetapi menghadirkan solusi yang dapat diterapkan masyarakat.

"Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible , dan masuk akal," ujar AHY

3. Peserta Ekspedisi Patriot meninggalkan manfaat nyata masyarakat.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara terjunkan ratusan patriot/ (dok/Kementras)

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan, peserta Ekspedisi Patriot harus meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Jangan hanya meninggalkan laporan. Tinggalkan karya. Tinggalkan solusi dan yang paling penting tinggalkan manfaat yang terus dirasakan masyarakat," kata dia.

Pemasangan AWS menjadi salah satu upaya Tim Ekspedisi Patriot IPB University membantu petani di Merauke beradaptasi dengan kondisi cuaca dan iklim melalui pemanfaatan teknologi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article