Jakarta, IDN Times - Mabes TNI Angkatan Laut (AL) mengakui adanya pengerahan ribuan prajurit TNI AL dari daerah ke Jakarta. Mereka beralasan pengerahan ribuan prajurit itu dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan Indonesia.
Namun, TNI AL tidak menjelaskan ancaman yang kini terjadi di ibu kota hingga harus mengerahkan ribuan prajurit. Termasuk, apakah pengerahan ribuan prajurit TNI AL itu untuk merespons pengungkapan tindak penyadapan yang dilakukan eks Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto.
"Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personel TNI AL tersebut adalah benar. Pengerahan personel tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan Republik Indonesia," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).
Perwira tinggi TNI itu hanya menjelaskan mobilisasi prajurit merupakan bagian integral dari kesiapan TNI, untuk melindungi rakyat dan menjaga keutuhan negara. Hal itu dilakukan senantiasa berlandaskan regulasi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Berdasarkan pesan pendek yang beredar dari Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, total ada pengerahan 20.980 prajurit TNI AL ke Jakarta. Pengerahan pasukan dari luar Jakarta terbagi menjadi empat tahap, yakni 2.100 personel, 3.500 personel, 2.400 personel dan 13.140 personel.