Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TNI AL: Pengerahan Ribuan Prajurit ke Jakarta untuk Jaga Stabilitas Keamanan

4 min read
TNI AL: Pengerahan Ribuan Prajurit ke Jakarta untuk Jaga Stabilitas Keamanan
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul ketika berkunjung ke kantor IDN Times. (Dokumentasi TNI AL)
  • TNI AL mengakui pengerahan hingga 20.980 prajurit dari berbagai daerah ke Jakarta untuk tugas negara, kesiapsiagaan, dan menjaga stabilitas keamanan.
  • TNI AL menyebut pergeseran pasukan terkait persiapan latihan pendaratan khusus dan tembus gelombang; tahap awal juga diperbantukan kepada Kodam Jaya.
  • Mabes TNI membantah mobilisasi terkait demonstrasi atau isu penyadapan, sementara pakar UI menilai jumlahnya berlebihan dan meminta penjelasan komprehensif agar publik tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mabes TNI Angkatan Laut (AL) mengakui adanya pengerahan ribuan prajurit TNI AL dari daerah ke Jakarta. Mereka beralasan pengerahan ribuan prajurit itu dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan Indonesia.

Namun, TNI AL tidak menjelaskan ancaman yang kini terjadi di ibu kota hingga harus mengerahkan ribuan prajurit. Termasuk, apakah pengerahan ribuan prajurit TNI AL itu untuk merespons pengungkapan tindak penyadapan yang dilakukan eks Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto.

"Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personel TNI AL tersebut adalah benar. Pengerahan personel tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan Republik Indonesia," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Perwira tinggi TNI itu hanya menjelaskan mobilisasi prajurit merupakan bagian integral dari kesiapan TNI, untuk melindungi rakyat dan menjaga keutuhan negara. Hal itu dilakukan senantiasa berlandaskan regulasi dan ketentuan hukum yang berlaku.

Berdasarkan pesan pendek yang beredar dari Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, total ada pengerahan 20.980 prajurit TNI AL ke Jakarta. Pengerahan pasukan dari luar Jakarta terbagi menjadi empat tahap, yakni 2.100 personel, 3.500 personel, 2.400 personel dan 13.140 personel.

  1. 1. Pergeseran pasukan TNI AL dilakukan karena ada persiapan latihan operasi khusus

    TNI AL, Marinir, alutsista AAV
    Kendaraan tempur Assault Amphibious Vehicle yang dibeli dari Amerika Serikat dan diserahkan secara resmi ke marinir TNI Angkatan Laut (AL). (IDN Times/Santi Dewi)

    Tunggul menyebut, pergeseran pasukan tersebut berkaitan dengan persiapan latihan operasi pendaratan khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir Tangerang, serta latihan tembus gelombang di Rancecet, Pandeglang. Rencananya latihan itu akan dilaksanakan prajurit TNI AL dalam waktu dekat.

    Sementara, pengerahan personel tahap I yang sudah berlangsung Senin, 2 November 2026, diarahkan untuk perbantuan Kodam Jaya. Semua pasukan yang dikerahkan merupakan prajurit TNI AL.

    Sedangkan, pengerahan pasukan tahap II dan III berlangsung pada hari ini, Jumat. Pasukan yang datang dari luar Jakarta akan ditempatkan di sejumlah lokasi mulai dari Mako Pasmar I Cilandak, Mako Armada, Mako Kodaeral III, Lanudal, hingga Puspomal.

    Pengerahan pasukan tahap IV yakni 13.140 personel hingga saat ini belum dilakukan. Mereka masih berada di satuan dan menunggu perintah untuk digerakan. Ribuan pasukan itu seandainya tiba di Jakarta akan ditempatkan di Mako Armada, Mako Puspomal, Mako Kodaeral III, Mako Kormar hingga Mako Pasmar I.

  2. 2. Mabes TNI bantah pengerahan pasukan untuk merespons insiden penyadapan

    Muhammad Nas, Kapuspen TNI
    Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas di Balai Wartawan Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhamamd Nas turut membenarkan pengerahan ribuan prajurit TNI dari daerah ke Jakarta. Pengerahan pasukan untuk mendukung pelaksanaan pengamanan perkembangan situasi nasional.

    Menurut Nas, pengerahan pasukan dari daerah di luar Jakarta merupakan hal yang biasa dilakukan di militer. Dia menyebut pengerahan pasukan bukan karena pengamanan demonstrasi pada 10 November 2026 maupun terungkapnya kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

    "Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh TNI untuk kesiapsiagaan," ungkap Nas kepada IDN Times melalui pesan pendek, Rabu, 4 November 2026.

    Meski ada pengerahan pasukan TNI, tetapi jenderal bintang dua itu meminta agar tidak dikaitkan dengan isu apapun. "Tidak ada hal apapun yang perlu dikhawatirkan," tutur dia.

  3. 3. Pakar intelijen nilai pengerahan ribuan pasukan TNI ke Jakarta terlalu berlebihan

    Stanislaus Riyanta
    Ahli intelijen dari Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta. (Dok. Istimewa)

    Sementara, dalam pandangan pakar intelijen dari Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta, pengerahan ribuan prajurit TNI ke Jakarta berlebihan, karena tidak ada ancaman apapun di Jakarta hingga perlu dilakukan penebalan pengamanan. Pengerahan prajurit dalam jumlah besar justru menimbulkan tanda tanya dan membuat panik masyarakat.

    "Menurut saya (pengerahan pasukan TNI) berlebihan, malah membuat orang-orang lebih panik, lebih takut dan bertanya-tanya," kata Stanislaus kepada IDN Times melalui telepon, Kamis, 5 November 2026.

    Riyanta menilai seandainya terjadi konflik antar-lembaga, maka bisa diselesaikan di level elite atau politik saja. Sedangkan, di lapangan jangan sampai masyarakat menjadi korban.

    "Memang wajar ketika muncul ancaman terhadap kepala negara lalu ada pengerahan dan pengamanan ekstra. Tapi kalau sampai jumlahnya lebih dari 20 ribu, itu berlebihan. Apalagi bila menjadi sorotan bagi orang asing yang ada di Jakarta, mereka akan bertanya-tanya," tutur dia.

    Riyanta mendorong Mabes TNI untuk memberikan penjelasan yang komprehensif, mengenai alasan di balik pengerahan ribuan prajurit TNI ke Jakarta. Tujuannya supaya masyarakat bisa lebih tenang.

Related Articles

See More