"Saya benar-benar berniat untuk mempertahankannya," ujar Trump. Trump menambahkan bahwa Hegseth banyak berjasa karena sudah membantu AS berperang melawan Iran sejak 28 Februari lalu.
Trump Sebut Ada Banyak Pihak yang Benci Menhan AS, Kenapa?

- Donald Trump mengaku menerima banyak keluhan soal Menteri Pertahanan Pete Hegseth, tetapi menilai kinerjanya sangat baik dan tidak memahami alasan kebencian terhadapnya.
- Trump menegaskan akan mempertahankan Hegseth hingga akhir masa jabatannya, membantah rumor pencopotan, serta menyoroti perannya membantu AS berperang melawan Iran sejak 28 Februari.
- Kementerian Pertahanan AS menyatakan Hegseth tetap berkomitmen menjabat hingga Trump lengser, meski anggota DPR Republik Thomas Massie mengancam mengajukan pemakzulan atas dugaan pelanggaran.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan, banyak pihak yang membenci Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Trump mengaku heran mengapa banyak pihak di Negeri Paman Sam yang membenci eks presenter televisi tersebut. Padahal, kinerjanya selama ini cukup baik.
“Saya menerima telepon-telepon ini, Anda tahu, tentang dia (Pete Hegseth). Saya tidak mengerti mengapa. Dia sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata Trump kepada ABC News pada Kamis (5/11/2026).
1. Trump akan tetap mempertahankan Hegseth sebagai Menhan

potret Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore) Meski begitu, Trump mengaku tidak akan mengambil pusing soal pihak-pihak yang mengaku tidak suka terhadap Hegseth. Ia mengatakan akan tetap mempertahankan Hegseth sebagai Menhan AS sampai akhir masa jabatannya sebagai presiden meski banyak pihak yang menentang.
2. Trump sebelumnya dikabarkan akan mencopot Hegseth

potret Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (flickr.com/Pete Hegseth via commons.wikimedia.org/Pete Hegseth) Sebelumnya, Trump dikabarkan berencana mencopot Hegseth dan menggantinya dengan Menhan yang baru. Ia juga mengaku bahwa mengganti Menhan merupakan keputusan yang mudah bagi dirinya sebelum Partai Demokrat berkuasa di parlemen dan senat AS pada Januari 2027 mendatang. Sebab, partai tersebut sudah dinyatakan menang dalam pemilihan umum sela AS yang dihelat Selasa (3/11/2026) lalu.
Namun, Trump membantah kabar tersebut. Ia mengatakan tidak punya alasan konkret untuk mencopot Hegseth dari posisi Menhan. Apalagi, kinerjanya sejauh ini sudah cukup memuaskan.
3. Kemenhan AS merespons kabar pencopotan Hegseth

potert kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) (flickr.com/David B. Gleason via commons.wikimedia.org/David B. Gleason) Kabar burung soal pencopotan Hegseth tadi lantas direspons oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS. Kementerian tersebut mengatakan bahwa Hegseth tetap berkomitmen untuk menjadi Menhan AS sampai Trump lengser.
"Menteri Hegseth tidak akan mundur atau terhalang oleh politisi yang berusaha meraih keuntungan politik partisan. Menteri Hegseth berkomitmen 100 lersen untuk memimpin Kementerian (Pertahanan) hingga akhir masa jabatan Presiden Trump,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS, Sean Parnell.
Pada September lalu, anggota parlemen AS dari Partai Republik, Thomas Massie, mengancam akan memakzulkan Hegseth dari kursi Menhan. Sebab, ia menganggap Hegseth telah melakukan banyak pelanggaran sehingga tidak layak menjadi menteri. Massie dikabarkan akan menyampaikan semua tuduhan tersebut ke parlemen AS pada Senin (9/11/2026) atau Selasa (10/11/2026) pekan depan.




















