Jakarta, IDN Times - Koops TNI Habema mengeklaim ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya bernama Melkiana Duwitau tewas pada Kamis, 2 Juli 2026 akibat ulah kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Anak yang dikandung Melkiana pun juga tak bisa diselamatkan usai terkena peluru di rumahnya sendiri.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf. M. Wirya Arthadiguna tudingan itu disampaikan usai dilakukan analisa spasial di lokasi. "Gangguan tembakan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan Peles Tigau dari tiga titik yang berbeda dalam rentang waktu 15 menit," ungkap Wirya di dalam keterangan video yang dikutip pada Senin (6/7/2026).
Ia menambahkan tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik yang berbeda di kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa.
"Sekitar pukul 19.00 WIT kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai," tutur dia.
Wirya juga mengeklaim ketika terjadi tembakan sebanyak tiga kali, personel TNI tidak melepaskan tembakan balasan. Keputusan tersebut diambil karena kondisi medan saat itu tak kondusif.
"Kondisi ketika itu hujan, kabut tebal dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih bertahan pada posisi perlindungan atau steling sambil memantau perkembangan situasi yang terjadi," imbuhnya.
