Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Janji Tak Ganggu Iran selama Proses Pemakaman Khamenei

Trump Janji Tak Ganggu Iran selama Proses Pemakaman Khamenei
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump berjanji memberi Iran waktu tenang selama sepekan agar proses pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung khidmat tanpa gangguan dari Amerika Serikat.
  • Iran memperingatkan AS dan Israel untuk tidak melakukan serangan selama pemakaman, sementara upacara di Teheran dihadiri sejumlah pejabat asing termasuk perwakilan Indonesia.
  • Setelah pemakaman selesai, Iran dan AS akan melanjutkan negosiasi damai di Doha, Qatar, dengan laporan adanya progres positif menuju kesepakatan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berjanji tidak akan mengganggu Iran selama proses pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung. Trump mengatakan, ia bakal memberi Teheran “Waktu tenang” selama satu pekan penuh agar mereka bisa melakukan pemakaman Khamenei dengan khidmat. 

“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari dan kita menghancurkan Iran. Mereka sangat ingin berdamai. Kita memberinya libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik,” ujar Trump dalam pidatonya di acara peringatan kemerdekaan AS yang ke-250 tahun, Jumat (3/7/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.   

1. Iran sudah mengultimatum AS untuk jangan lakukan serangan

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Sebelumnya, Iran juga sudah mengultimatum AS untuk jangan melakukan serangan apa pun selama proses pemakaman Khamenei berlangsung. Sebab, pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran itu sudah lama tertunda hingga berbulan-bulan imbas serangan AS dan Israel. Jika AS melakukan serangan, Iran berjanji akan langsung membalasnya. 

“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis, untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi ke negara kami,” kata Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, salah satu sayap militer Iran, Kamis (2/7/2026) dilansir Times of Israel.  

2. Upacara pemakaman Khamenei sudah digelar di Teheran

Suasana jalan di Kota Teheran, Iran.
potret Kota Teheran, Iran (pexels.com/Mohammad hassan Taheri)

Upacara pemakaman Khamenei sendiri sudah digelar di Ibu Kota Iran, Teheran, dari Jumat (3/7/2026) kemarin. Upacara pemakaman Khamenei bakal berlangsung selama tujuh hari sebelum ia dimakamkan di kota kelahirannya, Al-Mashhad, pada Kamis (9/7/2026) pekan depan.

Sejumlah pejabat negara asing ikut hadir di pemakaman Khamenei. Salah satunya adalah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Shaarif. Kehadiran Sharif menjadi bentuk solidaritas Pakistan yang berperan sebagai mediator utama antara Iran dan AS. 

Pemerintah Indonesia juga hadir dalam prosesi pemakaman Khamenei di Teheran. Indonesia diwakili oleh Duta Besar Indonesia di Teheran, Roy Soemirat. Kedatangan Indonesia di sana juga menjadi bentuk solidaritas terhadap Iran. Sebab, sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia dan Iran sudah menjalin kerja sama sejak lama. 

3. Iran akan melanjutkan negosiasi dengan AS usai pemakaman Khamenei

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Setelah pemakaman Khamenei rampung, Iran akan melanjutkan negosiasi dengan AS di Doha, Qatar. Ini merupakan lanjutan dari negosiasi terakhir pada Rabu (1/7/2026) lalu. Negosiasi itu dilakukan usai kedua negara saling terlibat serangan pada 26 dan 27 Juni lalu. 

“Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi selama periode mendatang dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar dikutip Iran International.    

Menurut Kemlu Qatar, negosiasi terakhir antara Iran dan AS berjalan cukup memuaskan. Kedua negara menunjukkan progres positif untuk mencapai perdamaian jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More