Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Presiden Kolombia Akhiri Jabatan, Pidato Perpisahan pada 20 Juli 2026

Presiden Kolombia Akhiri Jabatan, Pidato Perpisahan pada 20 Juli 2026
potret Presiden Kolombia, Gustavo Petro (commons.wikimedia.org/USAID)
Intinya Sih
  • Presiden Kolombia Gustavo Petro akan mengakhiri masa jabatannya dan menyampaikan pidato perpisahan pada 20 Juli 2026 di berbagai alun-alun publik di seluruh Kolombia.
  • Abelardo de la Espriella terpilih sebagai Presiden Kolombia menggantikan Petro setelah menang tipis dalam pemilu 21 Juni, meski hasilnya diprotes Petro karena dugaan campur tangan asing.
  • De la Espriella dikenal dekat dengan Amerika Serikat dan Israel, berjanji memperkuat hubungan dengan kedua negara, serta memiliki pandangan politik yang berlawanan dengan Petro terkait isu Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, akan segera mengakhiri masa jabatannya. Oleh karena itu, Petro mengatakan akan menyampaikan pidato perpisahannya kepada publik pada 20 Juli mendatang. Dalam kesempatan itu, ia akan mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kolombia yang sudah memercayakan dirinya menjadi presiden sejak 2022 silam

“Saya mengundang Anda pada tanggal 20 Juli ini untuk mengikuti gerakan publik, dan setelah pawai mereka, untuk mendengarkan pidato perpisahan saya sebagai kepala negara Kolombia. Kami tidak akan melakukannya pada tanggal 6 atau 7 Agustus. Itu tanggal yang sibuk. Kami akan melakukannya pada tanggal 20 Juli di setiap alun-alun publik di Kolombia,” kata Petro dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Minggu (5/7/2026), seperti dikutip The Strait Times.

1. Petro akan digantikan oleh Abelardo de la Espriella

Abelardo de la Espriella sedang berada di kantornya.
potret Presiden terpilih Venezuela, Abelardo de la Espriella (commons.wikimedia.org/Colprensa-Campaña De La Espriella)

Petro sendiri akan digantikan oleh Abelardo de la Espriella. De la Espriella resmi terpilih menjadi Presiden Kolombia dalam pemilihan umum (Pemilu) yang dihelat pada 21 Juni lalu. Ia menang dengan selisih poin kurang dari 1 persen atas pesaingnya yang berasal dari partai sayap kiri Kolombia sekaligus kolega politik Petro, Ivan Cepeda. Hasil ini membuat De la Espriella menjadi kandidat presiden yang menang dengan selisih suara tertipis dalam sejarah pemilu Kolombia.   

Namun, kemenangan De la Espriella dalam pemilu Presiden Kolombia pada Juni lalu dikecam oleh Petro. Petro menyebut kemenangan De la Espriella tidak sah karena ada campur tangan pihak asing. Ia menuduh Israel telah memanipulasi hasil perolehan suara dengan cara meretas server milik Badan Pemilu Nasional Kolombia. Oleh karena itu, De la Espriella yang merupakan kandidat dari partai sayap kiri Kolombia sekaligus pendukung Israel berhasil keluar sebagai pemenang.  

2. De la Espriella tidak diinginkan untuk menjadi Presiden Kolombia

Bendera Kolombia sedang berkibar.
potret bendera Kolombia (pexels.com/Juan Pablo Lancia)

Sebetulnya, De la Espriella tidak diinginkan untuk menjadi Presiden Kolombia. Sebab, De la Espriella sangat dekat dengan Amerika Serikat dan Presidennya, Donald Trump. Ia juga terkenal dekat dengan Israel. Bahkan, beberapa waktu lalu, ia berjanji akan memulihkan hubungan Kolombia dengan negara Yahudi tersebut.  

"Kolombia akan memulihkan dan memperkuat hubungannya dengan Israel seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata De la Espriella setelah melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, pada 24 Juni dilansir The New Arab.  

3. Sikap De la Espriella berbanding terbalik dengan Petro

Gustavo Petro sedang diwawancara.
potret Presiden Kolombia, Gustavo Petro (flickr.com/REPUBLICA DE COLOMBIA via commons.wikimedia.org/Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia)

Selain itu, De la Espriella juga mendukung pendudukan Israel di Palestina. Ia menyebut tindakan tersebut sudah benar dilakukan. Sebab, Israel punya hak untuk mempertahankan teritorial dan kekuasaannya yang diambil Palestina. Sikap ini tentu berbanding terbalik dengan Petro. Sebab, Petro tidak dekat dengan AS. Apalagi, dengan Israel. Petro juga mengecam keras pendudukan dan serangan Israel terhadap Palestina. Ia bahkan menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.   

Sebagai Presiden Kolombia yang baru, De la Espriella akan fokus menanangani sejumlah hal, seperti memperbaiki perkonomian negara, memperbaiki pendidikan, dan mengentaskan kemiskinan. Selain itu, ia juga akan meningkatkan kerja sama Kolombia dengan sejumlah negara, termasuk dengan AS dan Israel. Sebab, ia sangat dekat dengan pemimpin kedua negara tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More