Ia menambahkan, Gosselin sudah bekerja di maskapai AMA selama tiga tahun. Ia merupakan satu dari 16 pilot yang dimiliki oleh PT AMA.
Satgas Damai Cartenz: OPM Bakusip Pelaku Penembakan Pilot AMA

- Satgas Damai Cartenz menetapkan OPM Bakusip pimpinan M. Mbalingga sebagai pelaku penembakan pilot AMA Air, berbeda dengan klaim sebelumnya yang menyebut kelompok Elkius Kobak.
- Polisi menegaskan PT AMA tidak terlibat dalam operasi kepolisian di Papua dan hanya menjalankan misi kemanusiaan serta pelayanan gereja selama 67 tahun.
- Jenazah pilot Nicholas F. Gosselin telah dipulangkan ke Amerika Serikat dengan bantuan Kedutaan AS, sementara satu pesawat AMA hangus dibakar usai insiden di Yahukimo.
Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz menyimpulkan pelaku penembakan terhadap pilot pesawat AMA Air, Nicholas F. Gosselin adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) Bakusip. Kelompok itu merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga.
Pernyataan itu berbeda dari keterangan yang disampaikan oleh Koops TNI Habema yang menyebut dalang pembunuhan pilot berkebangsaan Amerika Serikat (AS) tersebut adalah OPM pimpinan Elkius Kobak.
"Hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih didalami oleh tim penyidik," ungkap Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol I.G.G. Era Adinata di dalam keterangan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia mengatakan pernyataan soal klaim tanggung jawab pembunuhan terhadap pilot itu tak hanya disampaikan oleh OPM pimpinan Elkius Kobak. M. Mbalingga juga mengeluarkan klaim tak lama usai Nicholas F. Gosselin tewas terbunuh.
"Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan mengeklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa," tutur dia.
1. Pelaku penembakan sempat berfoto di atas pesawat yang sudah dibakar

Lebih lanjut, Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol I.G.G. Era Adinata meyakini pelaku pembunuhan pilot pesawat perintis itu M. Mbalingga dilihat dari foto pelaku. "Kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga," tutur Era.
Ia menambahkan OPM pimpinan M. Mbalingga itu disebut satgas tergolong kelompok baru dengan persenjataan yang masih terus diselidiki. Ketika ditanya motif pembunuhan terhadap pilot AMA Air, Era menyebut sempat muncul ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah yang diklaim sebagai daerah operasi.
Namun, anggota Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menggarisbawahi kepastian motif pembunuhan masih terus didalami lewat proses penyidikan.
2. Polisi bantah menggunakan pesawat PT AMA Air untuk misi operasi

Satgas Operasi Damai Cartenz juga membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa PT AMA ikut memfasilitasi misi kepolisian di Papua. Fokus PT AMA, kata Era, hanya terlibat dalam aktivitas dan misi kemanusiaan. Informasi itu diperoleh usai berkomunikasi dengan manajemen PT AMA dan Uskup Jayapura selaku pimpinan misi.
"Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini," tutur dia.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan PT AMA murni hanya menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
3. Jenazah Kapten Nicholas F. Gosselin sudah dipulangkan ke AS

Sementara, Direktur Utama PT Associated Mission Aviation (AMA) Bob Kayadu mengatakan, jenazah pilot Nicholas F. Gosselin akan diterbangkan ke Jakarta dan dipulangkan ke Amerika Serikat (AS). Pemulangan jenazah bakal difasilitasi Kedutaan AS di Jakarta.
"Kami sudah menerbangkan jenazah pilot Nicholas ke Jakarta menggunakan maskapai GIA dan selanjutnya diurus Kedubes AS," ujar Bob pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Saat ini, AMA memiliki delapan unit pesawat jenis Pilatus Porter dan Caravan. Namun, usai insiden hari Kamis kemarin, satu unit di antaranya sudah tak lagi bisa digunakan untuk operasional lantaran dibakar oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai mendarat di Lapangan Terbang Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo.
"Saat ini pesawat AMA tercatat tujuh unit dengan 15 orang pilot, termasuk di dalamnya beberapa orang berkebangsaan asing," tutur dia.
Menurutnya, insiden penyerangan yang dilakukan OPM terhadap pesawat AMA merupakan kali pertama setelah mengabdi selama 67 tahun di Tanah Papua.


















