Presiden Yaman, Rashad Al-Alimi, dalam pernyataannya pada Sabtu (4/7/2026) mengatakan, penerbangan langsung dari Bandara Sanaa untuk Houthi atas permintaan Iran merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Sebab, Iran tidak meminta izin terlebih dahulu ke Yaman untuk menerbangkan Houthi ke Teheran agar bisa menghadiri pemakaman Khamenei.
Terbangkan Houthi ke Pemakaman Khamenei, Iran Dikecam Yaman

- Pemerintah Yaman mengecam Iran karena mengoperasikan penerbangan langsung dari Sanaa ke Teheran tanpa izin untuk membawa milisi Houthi menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
- Dewan Kepresidenan Yaman menggelar pertemuan darurat dan menilai tindakan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan serta bukti keterikatan Houthi terhadap agenda politik Iran.
- Pemerintah Yaman berencana mengambil langkah politik, diplomatik, hukum, dan keamanan guna menuntut Iran atas pelanggaran tersebut yang dianggap mengancam kedaulatan negara.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Yaman mengecam Iran karena telah mengoperasikan penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sanaa ke Ibu Kota Teheran tanpa seizin Yaman agar milisi Houthi bisa menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/7/2026) pekan lalu.
1. Dewan Kepresidenan Yaman menggelar pertemuan darurat usai tindakan Iran

Tindakan Iran tadi akhirnya memicu pertemuan darurat Dewan Kepresiden Yaman (PLC) pada Sabtu. Dalam pertemuan itu, para pejabat Pemerintah Yaman menyebut pengoperasian penerbangan langsung dari Bandara Sanaa ke Teheran untuk Houthi menunjukkan upaya Iran untuk menggunakan milisi tersebut guna memenuhi agendanya sendiri.
“Penerbangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Republik Yaman dan terhadap hukum internasional. Ini menjadi eskalasi serius yang menegaskan kembali subordinasi total milisi Houthi terhadap rezim Iran penggunaan lembaga negara dan perbatasan oleh Houthi untuk melayani agenda Iran dengan mengorbankan kepentingan rakyat Yaman," bunyi pernyataan resmi PLC, seperti dilansir Jerusalem Post.
2. Yaman bakal ambil langkah tegas untuk tuntut Iran

PLC menambahkan, Pemerintah Yaman bakal mengambil langkah tegas untuk menuntut Iran karena tindakannya. Sebab, tindakan mereka sudah kelewat batas dan berpotensi mengancam kedaulatan negara.
“Kami akan mengambil semua langkah politik, diplomatik, hukum, dan keamanan yang diperlukan sesuai dengan hukum internasional untuk melindungi kedaulatan negara dan lembaga-lembaga yang sah,” tambah PLC.
3. Houthi jadi salah satu pihak yang hadir di pemakaman Khamenei

Houthi sendiri memang menjadi salah satu pihak yang hadir dalam upacara pemakaman Khamenei yang digelar di teheran sejak Jumat lalu. Kehadiran Houthi merupakan bentuk solidaritas terhadap Iran. Sebab, Houthi dan Iran sudah menjadi sekutu setia sejak lama. Bahkan, Houthi juga sempat membantu Iran berperang melawan Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, upacara pemakaman Khamenei bakal digelar selama kurang lebih tujuh hari. Setelah itu, jenazahnya akan dibawa ke tiga kota suci di Irak, yakni Kota Qom, Najaf, dan Karbala sebelum dimakamkan di Kota Mashhad, Iran, pada Kamis (9/7/2026) mendatang.


















