Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TPA Galuga Bogor Masih Terbakar, 8,4 Hektare Lahan Hangus
Petugas BPBD turut serta dalam proses pemadaman di TPA Galuga, Kabupaten Bogor. (Humas Pemkot Bogor)
  • Kebakaran TPA Galuga memasuki hari kedelapan pada 14 September 2026, dengan total area terdampak 8,4 hektare di lahan milik Pemkot dan Pemkab Bogor.
  • Api diduga bermula dari lahan pertanian atau perkebunan warga di sekitar TPA pada 7 September, lalu cepat merembet ke tumpukan sampah akibat cuaca kering dan angin kencang.
  • Tim lintas instansi bekerja maraton memakai peralatan konvensional; sisa titik api kini sekitar 0,48 hektare dan penanganan beralih ke pendinginan untuk mengantisipasi bara tersembunyi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
7 September 2026

Kebakaran bermula pada Senin sore dari lahan pertanian atau perkebunan warga di luar area TPA Galuga. Api kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama.

8 September 2026

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan api berasal dari ladang atau lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA Galuga. Cuaca kering dan angin kencang membuat api meluas hingga membakar 8,4 hektare.

hari kedua

Api sempat membesar di luar prediksi.

hari kedelapan

Lahan terdampak kebakaran mencapai 8,4 hektare, dengan sisa titik api kurang dari setengah hektare. Petugas memasuki tahap pendinginan setelah sisa area kebakaran tinggal sekitar 0,48 hektare.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran di TPA Galuga masih ditangani pada hari kedelapan. Total 8,4 hektare lahan terdampak, sementara sisa titik api telah dilokalisir menjadi sekitar 0,48 hektare.
  • Who?
    Petugas Damkar, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, PUPR, Dishub, TNI-Polri, relawan, serta pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, termasuk lahan di sekitar kawasan pembuangan sampah milik Pemkot dan Pemkab Bogor.
  • When?
    Api mulai muncul pada Senin sore, 7 September 2026. Penanganan memasuki hari kedelapan pada Senin, 14 September 2026.
  • Why?
    Api berasal dari lahan pertanian atau perkebunan warga di dekat TPA, lalu merembet ke area sampah lama akibat cuaca kering dan tiupan angin kencang.
  • How?
    Tim gabungan memadamkan api secara maraton pukul 07.00 hingga 03.00 dengan peralatan konvensional, kemudian melakukan pendinginan untuk mencari dan memadamkan bara tersembunyi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api membakar tempat sampah Galuga di Bogor sejak 7 September. Api dari kebun dekat tempat sampah lalu menyebar karena cuaca kering dan angin kencang. Lahan 8,4 hektare terbakar. Petugas, polisi, tentara, dan relawan bekerja delapan hari. Sekarang api tinggal sekitar 0,48 hektare dan sedang didinginkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Penanganan darurat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor masih terbakar. Memasuki hari kedelapan pada Senin (14/9/2026), tim gabungan melaporkan total area lahan milik Pemkot dan Pemkab Bogor yang terdampak amukan si jago merah telah mencapai 8,4 hektare.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang memantau langsung di lokasi mengungkapkan, kerja keras tanpa kenal lelah berhasil menekan luasan kebakaran secara signifikan. Kendati, api sempat membesar di luar prediksi pada hari kedua, hingga sisa titik api saat ini berhasil dilokalisir dan tersisa kurang dari setengah hektare.

"Dari total luasan 8,4 hektare yang terdampak, hari ini tersisa kurang lebih 0,48 hektare saja. Artinya, progres dari hari pertama hingga hari kedelapan ini terus mengalami peningkatan positif," ujar Jenal saat memberikan keterangan pers di TPA Galuga, Bogor, Senin.

1. Titik api awal merembet dari lahan perkebunan warga

Eksavator tengah mengeruk sampah saat asap masih keluar dari timbunan sampah. (Humas Pemkot Bogor)

Musibah yang melanda kawasan pembuangan sampah ini bermula sejak Senin sore, 7 September 2026. Berdasarkan data di lapangan, api pertama kali tersulut dari area lahan pertanian atau perkebunan warga yang berada di sekitar luar area TPA.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan api berasal dari area lahan yang berada di sekitar kawasan TPA, dan kemudian merambat ke sejumlah area pembuangan sampah lama.

“Asalnya bukan di tempat pembuangan sampah, tetapi di area ladang atau area lahan pertanian yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Galuga,” kata Rudy saat meninjau lokasi, Selasa, 8 September 2026.

Akibat kondisi cuaca kering dan tiupan angin kencang, api dengan cepat merembet hingga membakar gunungan sampah hingga meluas mencapai 8,4 hektare.

2. Petugas berjibaku non-stop delapan hari dengan peralatan konvensional

Pemadaman mikro menggunakan APAR di area ilalang yang terbakar di TPA Galuga. (Humas Pemkot Bogor)

Upaya pemadaman ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Perhubungan, unsur TNI-Polri, dan relawan.

Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin, mengungkapkan dedikasi para petugas yang beroperasi secara maraton dari pukul 07.00 pagi hingga 03.00 dini hari setiap harinya. Guna menjaga kondisi fisik para personel yang mengandalkan peralatan konvensional, Pemkot juga mendirikan posko kesehatan dan umum di lokasi.

3. Masuki tahap pendinginan, optimistis kebakaran segera padam total

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal. Mutaqin saat meninjau kebakaran TPA Galuga pada hari ke-8. (Humas Pemkot Bogor)

Selain itu, Jenal mengungkapkan, sisa area kebakaran kini tinggal 0,48 hektare, dan fokus operasional petugas telah bergeser ke tahap pendinginan, untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi di tumpukan sampah. Pemerintah daerah memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, agar penanganan darurat ini bisa segera tuntas sepenuhnya.

"Mohon didoakan oleh seluruh warga Kota Bogor agar Allah SWT senantiasa memberikan jalan kemudahan, dan pertolongan bagi kita semua, terutama bagi para petugas di lapangan dan para relawan," pungkas Jenal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article