Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sabana Bromo Kebakaran, Ini Kawasan Wisata yang Tetap Bisa Dikunjungi

Sabana Bromo Kebakaran, Ini Kawasan Wisata yang Tetap Bisa Dikunjungi
Potret kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (instagram.com/bbtnbromotenggersemeru)
  • Kebakaran melanda Savana Pengol di TNBTS pada Kamis, 10 September 2026, sehingga sebagian kawasan wisata Bromo ditutup sementara untuk pemadaman dan keselamatan pengunjung.
  • Akses Bromo melalui Cemorolawang, Probolinggo, dan Wonokitri, Pasuruan, tetap dibuka, tetapi wisatawan hanya boleh berkunjung hingga kawasan Laut Pasir.
  • Ranu Regulo masih dapat dikunjungi sebagai alternatif; wisatawan diminta mengikuti arahan petugas, memeriksa informasi resmi TNBTS, dan mencegah aktivitas pemicu kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kebakaran melanda kawasan Savana Pengol di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, pada Kamis (10/9/2026). Kondisi tersebut membuat Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan sementara pada sebagian kawasan wisata Gunung Bromo untuk mendukung proses penanganan dan pemadaman api sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.

Meski demikian, penutupan tidak berlaku untuk seluruh kawasan wisata Bromo. Berdasarkan pernyataan yang disampaikan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui Pengumuman Nomor PG.22/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/09/2026, wisatawan masih diperbolehkan berkunjung melalui sejumlah pintu masuk, tetapi dengan pembatasan area kunjungan.

Selengkapnya, berikut kawasan wisata yang masih bisa menjadi pilihan wisatawan di tengah penutupan sebagian kawasan akibat kebakaran.

  1. 1. Kawasan Bromo melalui Cemorolawang

    Wisatawan yang tetap ingin mengunjungi kawasan Gunung Bromo masih dapat masuk melalui pintu Cemorolawang di Probolinggo. Namun, kunjungan dari jalur ini tidak bisa dilakukan seperti biasanya karena area yang diperbolehkan hanya sampai kawasan Laut Pasir.

    Artinya, wisatawan masih dapat menikmati lanskap khas kawasan Bromo dari area yang dibuka, tetapi tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju kawasan yang sedang ditutup. Pembatasan tersebut diberlakukan untuk memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan risiko terhadap pengunjung.

  2. 2. Kawasan Bromo melalui Wonokitri

    Potret Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Indonesia
    Potret Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Indonesia (commons.wikimedia.org/ErwinMeier)

    Selain Cemorolawang, akses menuju Bromo melalui pintu Wonokitri di Pasuruan juga masih dibuka. Sama seperti jalur dari Probolinggo, wisatawan yang masuk melalui Wonokitri hanya diperbolehkan melakukan kunjungan hingga kawasan Laut Pasir.

    Pembatasan ini berarti wisatawan perlu menyesuaikan rencana perjalanan dan tidak memaksakan diri menuju area yang ditutup. Status akses juga masih dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran serta kondisi keamanan di lapangan.

  3. 3. Ranu Regulo

    Potret Ranu Regulo
    Potret Ranu Regulo (commons.wikimedia.org/Davibromo)

    Di luar kawasan Bromo, Ranu Regulo masih dapat dikunjungi wisatawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Destinasi yang berada di kawasan TNBTS ini dikenal dengan suasana alamnya yang tenang dan lanskap danau di tengah kawasan pegunungan.

    Dengan kondisi tersebut, Ranu Regulo dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang sudah berada di sekitar kawasan TNBTS. Terutama karena akses kunjungannya masih diperbolehkan. Meski begitu, wisatawan tetap perlu memperhatikan arahan petugas dan informasi terbaru dari pengelola kawasan sebelum melakukan perjalanan.

    Demikian beberapa kawasan wisata di sekitar Bromo yang tetap bisa dikunjungi. Wisatawan yang berencana berkunjung ke Bromo sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi perjalanan yang sudah dibuat sebelumnya. Periksa kembali status akses dan kawasan yang dibuka melalui informasi resmi Balai Besar TNBTS sebelum berangkat.

    Masyarakat dan wisatawan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api baru. Selama proses penanganan berlangsung, keselamatan pengunjung dan kelancaran pemadaman menjadi hal yang perlu diutamakan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More