Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TPN Ganjar Ingatkan Pelaku Dugaan Kecurangan Pemilu Bisa Kena Azab
Politikus PDIP Aria Bima ultimatum Ketua KPU RI untuk lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya. (IDN Times/Amir Faisol)

Jakarta, IDN Times - Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aria Bima, mengingatkan kepada pelaku dugaan kecurangan pemilu 2024 bisa terkena azab. Sebab, yang dicurangi adalah suara rakyat.

"Untuk rekap, saya sekali lagi pakai ilmu wong Jowo, yang main-main dengan suara rakyat, suara di TPS, itu bisa kena azab, gak percaya? Buktikan Komisioner KPU, Bawaslu di tingkat pusat, kabupaten/kota, provinsi, yang main-main dengan suara rakyat, bener ada yang kebeli? Tapi yang main-main dengan suara rakyat kena azab, tidak hanya menyalahi hukum, tapi juga dosa," ujar Aria di Media Center Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (16/2/2024).

1. Jangan macam-macam dengan rekap suara

Politikus PDIP Aria Bima ultimatum Ketua KPU RI untuk lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya. (IDN Times/Amir Faisol)

Aria juga mengingatkan untuk tidak macam-macam dengan rekapitulasi suara di KPU. Dia mengatakan, jangan main-main dengan suara rakyat.

"Banyak usulan-usulan untuk saksi-saksi ini tidak tanda tangan, banyak usulan itu, bagi yang tanda tangan pun hanya mau itu sebagai penandatangan tabulasi rekap suara, tapi bukan berarti menghilangkan berbagai kecurangan-kecurangan," kata dia.

2. Untuk apa ada pemilu bila curang

Politikus PDIP Aria Bima ultimatum Ketua KPU RI untuk lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya. (IDN Times/Amir Faisol)

Aria Bima juga menyebut untuk apa ada pemilu bila harus bersikap curang. Dia menegaskan, seharusnya prinsip etika dalam berdemokrasi harus dilaksanakan.

“Untuk apa ada Pemilu jika akhirnya ‘diclosing’ dengan tindakan- yang menodai prinsip-prinsip etika demokrasi. Kalau seperti ini caranya, Pilkada nanti pun tak perlu ada. Cukup takut-takuti saja kepala desa atas pertanggungjawaban penggunaan anggaran dana desanya supaya calon kepala daerah itu bisa dapat suara banyak,” kata dia.

3. Curiga ada motif untuk mengacaukan pemilu

Politikus PDIP Aria Bima ultimatum Ketua KPU RI untuk lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya. (IDN Times/Amir Faisol)

Lebih lanjut, Aria Bima mencurigai ada motif untuk mengacaukan pemilu. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk terus melaporkan apabila menemukan kecurangan pemilu.

“Tentu ada motif kenapa dikacaukan. Kalau seperti ini caranya, untuk apa ada debat, kampanye akbar, pembentukan tim narasi, tim substansi, mengumpulkan tim intelektual pradebat dan lain-lain. Kami memperhatikan masukan publik terkait busana Pak Ganjar-Mahfud dari debat ke debat, juga memperbaiki cara jawaban saat debat." papar Aria.

"Tak ada artinya semua itu kalau akhirnya seperti ini. Bahkan merekap suara pun keliru. Tak perlulah ada pemilu kalau hasil akhirnya pun sudah diketahui sebelumnya,” imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article