dr. Tirta di Old Trafford (instagram.com/dr.tirta)
Dokter Tirta mengaku pernyataan dari perokok yang paling sulit dibantah adalah kesulitan berhenti karena rasa sakau dan rasa asam.
Namun, ia mencontohkan kebiasaan berpuasa bagi umat Muslim. Ia menyebut, banyak perokok sebenarnya mampu menahan diri dari merokok selama berjam-jam saat berpuasa.
"Selama berpuasa, apakah kamu merokok selama 12 jam? Enggak. Ngudud nggak kamu selama 12 jam? Tidak. Nah, kan lucu kamu bisa tahan tidak merokok selama 12 jam, tapi kamu tidak bisa menahan merokok ketika tidak berpuasa. So, sebenernya kamu bisa nahan, cuma mentalmu yang lemah,," jawab dia.
Adapun dalam menghadapi perokok yang dinilai keras kepala di media sosial, dokter Tirta menyarankan agar tidak terpancing untuk berdebat panjang. Ia justru menyarankan respons singkat seperti “ya”, “sip”, atau simbol jempol.
“Biasakan dengan kata jempol, oke, atau Y maka mereka akan ribet sendiri,” ucap dia.