Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ucapan Sudaryono soal Robot Picu Gelombang Satir Warganet, Undang Tawa
Kepala BGN Sudaryono rapat di DPR bahas anggaran MBG 2027. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Kepala BGN Sudaryono menyatakan lebih dari 60 persen akun pengkritik Presiden Prabowo di media sosial bukan manusia, melainkan robot atau akun palsu pengerek topik tertentu.

  • Pernyataan dalam video pidato internal Gerindra yang diunggah 22 September 2026 itu kembali viral setelah unggahan Thread menyebut diri sebagai kembang kol.

  • Ribuan warganet merespons dengan satire, memakai identitas seperti sayuran, hantu, bidadari, dan plesetan, sekaligus menyisipkan kritik ringan terhadap kondisi pejabat serta isu publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
22 September 2026

Sudaryono mengunggah video pidato internal Gerindra di Instagram. Ia menyebut lebih dari 60 persen pengkritik Presiden Prabowo di media sosial bukan manusia, melainkan robot atau akun palsu.

Rabu (30/9/2026)

Akun @ayuu_prameswarii mengunggah satire di Thread dengan menyebut dirinya kembang kol, memicu komentar warganet yang memakai beragam sebutan selain manusia.

Hingga pukul 21.30 WIB

Unggahan tersebut mendapat lebih dari 10 ribu Like, lebih dari 5 ribu komentar, lebih dari 400 posting ulang, dan diteruskan oleh lebih dari 500 akun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pernyataan Sudaryono bahwa lebih dari 60 persen pengkritik Presiden Prabowo Subianto di media sosial bukan manusia memicu gelombang komentar satir warganet di Threads.
  • Who?
    Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyampaikan pernyataan tersebut, sementara ribuan pengguna Threads, termasuk akun @ayuu_prameswarii, merespons dengan satire dan kritik bernada humor.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam acara internal Partai Gerindra dan videonya diunggah di Instagram Sudaryono. Respons warganet ramai berlangsung di platform Threads.
  • When?
    Video pidato Sudaryono diunggah pada 22 September 2026. Unggahan satire @ayuu_prameswarii diposting Rabu, 30 September 2026, dan terpantau hingga pukul 21.30 WIB.
  • Why?
    Warganet menanggapi klaim Sudaryono bahwa robot dan akun palsu menguasai topik media sosial serta menjadi sebagian besar pihak yang menghujat Presiden Prabowo.
  • How?
    Respons muncul melalui ribuan komentar yang menyebut diri sebagai kembang kol, enceng gondok, bawang merah, hantu, bidadari, dan sebutan lain. Unggahan awal memperoleh lebih dari 10 ribu suka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sudaryono bilang banyak orang yang mengkritik Presiden Prabowo di media sosial itu robot atau akun palsu. Banyak orang lalu bercanda di Thread. Mereka bilang dirinya kembang kol, enceng gondok, hantu, bawang merah, dan bidadari. Tulisan lucu itu jadi ramai. Sudaryono juga bilang robot dipakai untuk membuat topik tertentu ramai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons warganet menunjukkan bahwa humor dan kreativitas dapat menjadi ruang ekspresi di tengah perdebatan politik yang tajam. Ribuan komentar dengan sebutan-sebutan imajinatif tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga memperlihatkan kemampuan pengguna media sosial menyampaikan kritik ringan secara kolektif, sambil menciptakan suasana percakapan yang terasa lebih cair dan menghibur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Warganet ramai-ramai mengkritik pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono belum lama ini, yang menyebut 60 persen pengkritik Presiden Prabowo Subianto di media sosial sekarang ini bukan manusia. Mereka disebut robot-robot yang digerakan untuk mengangkat topik tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono dalam sebuah pidato acara internal Partai Gerindra, melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada 22 September 2026.

"Sekarang ini mungkin 60 persen lebih, itu isinya bukan orang, sehingga apa yang ramai di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang. Hari ini mau ramai apa, itu kemudian yang bukan orang, yang namanya robot, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik-topik yang ingin mereka naikkan," kata Sudaryono berapi-api di hadapan kader Partai Gerindra.

Warganet menanggapi pernyataan Sudaryono ini dengan satir atau kritikan bernada gurau, hingga viral di media sosial Thread. Warganet menyebut dirinya dengan beragam sebutan nama selain manusia, seperti jenis sayuran, tanaman, hantu, hingga bidadari, hingga mengundang tawa.

Berikut komentar-komentar lucu dari warganet menanggapi pernyataan Kepala BGN Sudaryono.

1. Pernyataan Kepala BGN Sudaryono kembali viral di Thread

Kepala BGN Sudaryono rapat di DPR bahas anggaran MBG 2027. (IDN Times/Amir Faisol)

Unggahan pernyataan Kepala BGN kembali viral setelah pemilik akun @ayuu_prameswarii memposting kalimat sederhana, yang menyinggung pernyataan Sudaryono yang dilanjutkan dengan menyebut dirinya sebagai kembang kol, serta menanyakan warganet sebagai apa?

"Sudaryono sebut 60% pengkritik Prabowo bukan manusia; Aku kembang Kol☝️ Kalian apa?????" tulis pemilik akun @ayuu_prameswarii, Rabu (30/9/2026).

Unggahan tersebut rupanya mendapat respons tinggi dari warganet. Hingga pukul 21.30 WIB, unggahan tersebut telah mendapat Like lebih dari 10 ribu, lebih dari 5 ribu komentar, lebih dari 400 posting ulang, dan lebih dari 500 akun meneruskan ke akun lain.

Sebelumnya, pernyataan Kepala BGN ini juga sempat viral terkait istilah oligarki. Warganet menyebut Sudaryono seperti tidak paham istilah oligarki.

2. Beragam komentar warganet mengundang tawa

Viral soal pernyataan Kepala BGN Sudaryono yang menyebut pengkritik Presiden Prabowo Subianto 60 persen bukan orang. (Thread)

Ribuan warganet meramaikan unggahan Thread tersebut dengan berbagai komentar yang mengundang tawa. Mereka menamakan dirinya dengan beragam sebutan selain manusia, mulai dari jenis sayuran, jenis hantu, plesetan, hingga kritikan ringan namun cukup membuat kita tersenyum.

Seperti komentar pemilik akun @penitensia yang menyebut dirinya enceng gondok. "Aku enceng gondok. Gondok banget beneran dah!!"

Ada juga pemilik akun @herlinakosasih yang menyebut dirinya biji yang hilang.

"Saya biji lainnya yang menghilang."

Ada juga yang komentar dengan menyebut sebagai hantu. Seperti pemilik akun @azedogawa, yang menyebut dirinya siluman babi jelmaan.

"Aku Siluman Babi jelmaan Panglima Tiang Feng," tulisnya.

Ada juga yang menyebut dirinya Nyi Roro Kidul. "Gue Nyi Roro Kidul, siap siap gue tenggelemin itu para rezim laknat," tulis pemilik akun @rennysptyans.

Ada juga komentar bernada humor plesetan, seperti pemilik akun @fannyscpto,

"Aku peri ka, peri-hatin🧚🏻‍♀️✨."

Ada juga warganet yang merasa terhibur usai membaca viral ini. Seperti diaku pemilik akun @tari_43.

"Ngakak baca komennya...🤣🤣🤣

Yaa Salaam....kehidupan di thread yg menyenangkan...😅😅

Saya kembang plastik 😁🥰."

Ada juga yang mengaku dirinya bukan manusia, tapi bidadari.

"Iya soalnya aku bidadari," tulis pemilik akun hallodayanaa yang sudah centang biru itu.

Komentar bernada kritikan dan mengundang tawa juga disampaikan pemilik akun @triumminyam yang mengaku dirinya sebagai bawang merah.

"Kalau aku sih BAWANG MERAH yg dikupas upahnya sekilo 700rb 🤣🤣🤣."

Senada dengan @triumminyam, pemilik akun @ladyaisyah00 juga menyebut dirinya bawang merah, yang miris melihat kondisi pejabat sekarang ini.

"aku bawang merah, makin dikupas makin nangis liat negara yg isinya pejabat pejabat siayalaannnn," katanya.

Tak hanya itu, ada juga yang komentar dengan mengkritik kasus yang sedang ramai terkait temuan lapas mewah oleh Ombudsman di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Aku cctv cibinong kak," komentar pemilik akun @afwan_riyadi.

Ada juga pemilik akun @amaliaaabdullah yang menyebut dirinya calon keluarga penghuni surga.

"Kami sekeluarga calon penghuni surga 🥰❤️🤲🏼🤲🏼🤲🏼 bersama seluruh WNI yang terzolimi."

3. Pernyataan lengkap Sudaryono soal 60 persen pengkritik Presiden Prabowo bukan manusia

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di DPR, Kamis (3/9/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Berikut pernyataan lengkap Kepala BGN Sudaryono terkait pengkritik Presiden Prabowo:

Fenomena hari ini, seluruh rakyat Indonesia hari ini, penduduk Indonesia itu kemudian membahas banyak topik. Topikan-topikan ini dibahas paling besar adalah di sosmed, medsos.

Yang menjadi tantangan bagi saya, yang jadi masalah bagi kita sesuatu yang negatif, yang harus kita lawan topik-topik yang dibahas orang-orang ini isinya bukan orang. Jadi misalnya seseorang punya akun medsos kemudian dia ngetik-ngetik, dia nulis, dia bikin macam-macam, bikin konten dan sebagainya. Fine, itu ok.

Namun, sekarang ini mungkin 60 persen lebih, itu isinya bukan orang, sehingga apa yang ramai di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang. Hari ini mau ramai apa, itu kemudian yang bukan orang, yang namanya robot, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik-topik yang ingin mereka naikkan.

Jadi Pak Prabowo dihujat, tapi itu yang menghujat sebenarnya adalah bukan orang, tapi orang karena ramai, dia ikut menghujat. Tapi orang gak bahas misalnya guru honorer tahun ini diangkat jadi PPPK. P3K Paruh Waktu dijadikan Penuh Waktu. Yang Penuh Waktu dipertimbangkan jadi ASN, tidak ramai!

Jangan sampai kita kalah yang mengendalikan robot-robot itu. Sanggup!? Siap!? Eh, koruptor yang belum pernah ditangkap, sekarang di era Pak Prabowo ditangkap.

Apa yang sudah dilakukan Presiden kita ini sudah benar, dan semua robot-robat itu semua dikenalikan oleh oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini.

Kita tidak boleh diam, setuju apa tidak?! Kita tidak boleh diam, setuju apa tidak!? Kita harus tegakkan kepala, busungkan dada, kita belin Pak Prabowo yang benar. Pak Prabowo tidak takut pada siapa pun, tidak takut sama saing, tidak takut sama oligarki.

Kita mulai revolusi, kita mulai perubahan, kita mulai kita lawan itu hak asasi robot itu dari Jawa Tengah. Salam Indonesia Raya! Salam Indonesia Raya! Gerindra! (menang!) Jangkrik bos!

Curated For You

Editorial Team

Related Article