Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Unair Bangun Sumur Bor untuk Warga Bowi Subur Manokwari

2 min read
Unair Bangun Sumur Bor untuk Warga Bowi Subur Manokwari
Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair Bangun Sumur Bor untuk Warga Bowi Subur/(dok Kementras)
  • Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair membangun sumur bor di Kampung Bowi Subur, Manokwari, untuk memperluas akses air bersih warga yang sebelumnya mengandalkan sungai.

  • Lokasi sumur ditentukan melalui survei SKAM RT berbasis GIS di lebih dari 100 rumah serta musyawarah dengan kepala kampung guna memetakan kebutuhan dan mencegah gesekan sosial.

  • Sumur bor membantu kebutuhan rumah tangga keluarga Ishak Krey dan fasilitas petani, sejalan dengan dorongan pemerintah agar program transmigrasi memberi dampak nyata bagi warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) membantu meningkatkan akses air bersih bagi warga Kampung Bowi Subur, SP6, Manokwari, Papua Barat, melalui pembangunan sumur bor.

Sumur tersebut diharapkan mengubah rutinitas warga yang selama ini harus mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, keluarga Ishak Krey harus menyusuri jalan sekitar 350 meter menuju sungai di belakang rumah untuk mengambil air minum, memasak, dan mandi. Kondisi itu dilakukan karena air di rumahnya berwarna kuning dan dinilai tidak layak digunakan.

  1. 1. Penentuan lokasi berdasarkan hasil musyawarah

    IMG-20260928-WA0034.jpg
    Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair Bangun Sumur Bor untuk Warga Bowi Subur/(dok Kementras)

    Untuk mengetahui kondisi akses air warga, Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair melakukan survei kesehatan air minum rumah tangga (SKAM RT) berbasis sistem informasi geografis (GIS) ke lebih dari 100 rumah. Survei tersebut dilakukan untuk memetakan sumber air yang digunakan warga, mulai dari sungai, air hujan, sumur gali, hingga sumur bor dangkal dan dalam.

    Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tim menentukan titik pembangunan sumur bor dengan mempertimbangkan wilayah yang paling membutuhkan akses air. Penentuan lokasi juga dilakukan melalui musyawarah bersama kepala kampung agar pembangunan sumur tidak menimbulkan gesekan sosial.

  2. 2. Keberadaan sumur bantu warga sekitar

    Ilustrasi air bersih pasokan dari Perumda Air Minum Danum Taka PPU (IDN Times/Ervan)
    Ilustrasi air bersih pasokan dari Perumda Air Minum Danum Taka PPU (IDN Times/Ervan)

    Bagi keluarga Ishak Krey, keberadaan sumur bor tersebut bukan hanya memudahkan akses air untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberikan manfaat bagi aktivitas warga di sekitar rumahnya.

    "Saya sekeluarga merasa terbantu dengan adanya sumur bor karena di sini airnya kuning dan harus mengambil sungai di belakang untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya air kami juga bisa menyediakan kamar mandi untuk petani yang biasanya menyelep padi di belakang rumah, jadi tidak bingung kalau harus BAB/BAK, tidak perlu lari ke kali lagi," ujarnya.

  3. 3. Program pendampingan harus berikan dampak maksimal

    Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman bagikan bantuan presiden ke warga Rempang. (Dok. Kementrans)
    Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman bagikan bantuan presiden ke warga Rempang. (Dok. Kementrans)

    Kehadiran sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat transmigrasi.

    "Air bersih ini sumber hidup. Tanpa air bersih kita semua sulit untuk hidup," kata AHY

    Karena itu, program pendampingan di kawasan transmigrasi diharapkan tidak hanya berjalan sebagai kegiatan pembangunan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga.

    Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut menekankan bahwa setiap program pendampingan di kawasan transmigrasi, termasuk Prafi, harus benar-benar memberi dampak nyata bagi warga.

    "Kita harus memikirkan bagaimana anggaran ini memberikan multiplier effect yang maksimal," ujar Mentrans

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More