Jakarta, IDN Times - Sebanyak 12 ribu pengungsi dan pencari suaka yang berada di Indonesia masih menghadapi ketidakpastian berkepanjangan. Sebagian dari mereka bahkan telah menunggu lebih dari satu dekade tanpa kepastian mengenai masa depan, mulai dari penempatan ke negara ketiga hingga kemungkinan kembali ke negara asal.
Kondisi tersebut mendapat sorotan UNHCR atau Badan Pengungsi PBB dalam peringatan Hari Pengungsi Sedunia 2026. UNHCR mengingatkan masa tunggu yang terlalu lama membuat banyak pengungsi kehilangan kesempatan untuk bekerja, belajar, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.
"Bagi para pengungsi, menunggu selama bertahun-tahun berarti terus kehilangan kesempatan. Hal itu membuat mereka putus asa dan kecewa. Namun, ketika diberikan kesempatan untuk memanfaatkan keterampilan, melanjutkan pendidikan, menjadi sukarelawan, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, semua pihak akan diuntungkan," kata Senior Protection Officer UNHCR Indonesia, Emily Bojovic, dikutip Senin (22/6/2026).
