Jakarta, IDN Times - Jumlah korban meninggal akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Rabu (26/8/2026) kembali bertambah dua jiwa. Maka, total korban meninggal sementara saat ini mencapai 105 jiwa. Pengumuman penambahan korban jiwa itu bersamaan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke NTT. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal paling banyak ditemukan di Kabupaten Manggarai yaitu 41 jiwa.
"Ada penambahan dua orang yang meninggal, sehingga total yang meninggal menjadi 105 jiwa. Mereka yang meninggal ini akibat tidak langsung dari gempa bumi. Kami tetap menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas bertambahnya dua korban meninggal," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan lewat keterangan pers virtual pada sore ini.
Dua korban yang meninggal berasal dari Kabupaten Manggarai Timur. Dari angka tersebut, mayoritas korban meninggal merupakan lansia yakni 45 persen.
Sementara, jumlah korban luka mencapai 1.678 jiwa. Artinya, terdapat penambahan korban luka sebanyak 12 jiwa. Mereka berasal dari Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Sikka.
"Tetapi, korban luka terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Luka berat paling banyak ditemukan di Kabupaten Manggarai yakni 404 jiwa. Sedangkan, di Kabupaten Manggarai Timur, jumlah korban luka berat mencapai 404 jiwa," tutur dia.
Di sisi lain, jumlah pengungsi dilaporkan oleh BNPB mengalami penurunan yakni 6.094 jiwa. Maka, jumlah pengungsi akibat gempa NTT mencapai 179.037 jiwa.
"Pengungsi tertinggi berada di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat," katanya.
