Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seribu Warga di Jepang Tarik Menara Kastel Hirosaki Seberat 400 Ton

Seribu Warga di Jepang Tarik Menara Kastel Hirosaki Seberat 400 Ton
ilustrasi bendera Jepang (unsplash.com/HAYASHI KANNA)
  • Sekitar seribu warga di Aomori menarik menara utama Kastel Hirosaki seberat 400 ton sejauh 109 sentimeter pada 23 Agustus 2026.
  • Pemindahan ini mengembalikan menara yang digeser pada 2015 untuk perbaikan dinding batu; targetnya kembali 78 meter ke fondasi semula pada akhir 2026.
  • Sebanyak 4.000 warga dijadwalkan terlibat dalam penarikan manual, sementara Kastel Hirosaki merupakan cagar budaya nasional dengan menara yang dibangun kembali pada 1810.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sekitar seribu warga berkumpul di Prefektur Aomori, Jepang, pada Minggu (23/8/2026) untuk berpartisipasi dalam aksi pemindahan bangunan bersejarah. Mereka bersama-sama menarik menara utama Kastel Hirosaki yang memiliki bobot sekitar 400 ton agar dapat bergeser mendekati posisi aslinya.

Aksi penarikan manual menggunakan tali ini berhasil menggeser bangunan pusaka tersebut sejauh 109 sentimeter. Langkah awal tersebut dilakukan sebagai bagian dari proyek restorasi jangka panjang untuk mengembalikan posisi kastel setelah sempat dipindahkan sebelas tahun lalu demi perbaikan dinding batu.

  1. 1. Upaya mengembalikan menara kastel ke posisi semula

    Kastel Hirosaki
    Kastel Hirosaki (Feri88, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

    Bangunan menara utama Kastel Hirosaki sempat dipindahkan puluhan meter dari lokasi aslinya pada 2015. Pemindahan sementara itu dilakukan agar tim pekerja dapat memperbaiki struktur dinding batu yang menopang kastel. Setelah proses perbaikan tembok batu selesai, pihak pengelola mulai mengembalikan menara bersejarah ini ke tempat semula secara bertahap.

    Dalam kegiatan penarikan tersebut, seribu peserta yang dipilih melalui sistem undian dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Mereka bekerja sama menarik kereta khusus penopang kastel menggunakan tali berukuran besar secara perlahan. Berdasarkan laporan Kyodo News yang dilansir The Straits Times, menara bersejarah ini ditargetkan bergeser total sejauh 78 meter hingga akhir 2026 menggunakan kombinasi pendorong mekanis dan partisipasi masyarakat.

    Panitia penyelenggara merencanakan serangkaian acara gotong royong lanjutan pada 29–30 Agustus 2026. Secara keseluruhan, sekitar 4.000 warga dijadwalkan ikut serta dalam kegiatan penarikan manual ini. Target dari rangkaian acara partisipatif masyarakat tersebut adalah menggeser bangunan kastel sejauh total lima meter, sebelum sisa jarak menuju fondasi awal diselesaikan oleh tim teknis.

  2. 2. Keterlibatan warga lokal dan kenangan masa lalu

    Kastel Hirosaki
    Kastel Hirosaki (掬茶, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Salah seorang peserta yang ikut dalam acara penarikan tersebut adalah Mei Umetsu, seorang siswi sekolah menengah atas berusia 16 tahun. Ia mengaku memiliki kenangan tersendiri karena pernah ikut menarik bangunan tersebut saat masih kecil. Sebagaimana dilansir Japan Today, Umetsu membagikan kesannya saat kembali berpartisipasi dalam momen langka tersebut.

    "Aku menariknya 11 tahun lalu. Aku merasa emosional bisa ikut serta lagi," kata Mei Umetsu. Ungkapan tersebut menggambarkan betapa pentingnya keberadaan Kastel Hirosaki bagi generasi muda setempat. Keterlibatan masyarakat secara langsung diyakini mampu menumbuhkan rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap situs bersejarah.

  3. 3. Sejarah panjang bangunan bersejarah di Hirosaki

    Kastel Hirosaki
    Kastel Hirosaki (掬茶, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Kastel Hirosaki terletak di Kota Hirosaki, kawasan barat daya Prefektur Aomori, pulau Honshu, Jepang. Kompleks bangunan ikonik ini didirikan pertama kali pada 1611 pada era kekuasaan Edo atau Tokugawa. Namun, struktur awal tempat ini sempat hancur akibat kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut pada 1627.

    Pemerintah setempat kemudian membangun kembali menara utama kastel ini pada 1810. Saat ini, kastel tersebut berada di kawasan Taman Hirosaki yang sangat terkenal dengan keindahan bunga sakuranya setiap musim semi. Tempat bersejarah ini telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya nasional yang dilindungi oleh pemerintah Jepang.

    Selain terkenal dengan kastel bersejarahnya, Kota Hirosaki juga menjadi pusat barang kerajinan pernis hijau dan produk olahan apel. Wilayah yang dialiri Sungai Iwaki ini menawarkan pemandangan Gunung Iwaki yang berdiri megah di sebelah barat laut. Pemindahan menara kastel ini diharapkan dapat semakin memperkuat daya tarik wisata sejarah di wilayah utara Jepang tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More