Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB)
Selain penanganan gempa, BNPB menyampaikan pemerintah memaksimalkan operasi darat dan udara untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan.
Di Kalimantan Barat, luas indikatif lahan terbakar mencapai 38.310 hektare per 19 Agustus 2026. Sementara, di Kalimantan Tengah mencapai 7.634 hektare dan Kalimantan Selatan 8.620 hektare. Di Sumatra Selatan, luas lahan terbakar tercatat 1.926 hektare.
Operasi penanganan dilakukan melalui patroli udara, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca (OMC) sesuai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menekankan pencegahan agar kebakaran tidak meluas serta perlindungan masyarakat dari dampak asap.
"Satgas udara dan satgas darat terus melakukan koordinasi, serta penanganan terpadu pada titik-titik yang memerlukan pemadaman, dengan fokus area pemukiman dan area yang dapat membahayakan masyarakat," ungkap Berton.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga memberikan sejumlah arahan untuk mempercepat penanganan karhutla, termasuk penambahan 17 helikopter water bombing, mesin pompa dan pipa, serta pengerahan sekitar 1.500 prajurit TNI.