Update: Korban Jiwa Gempa NTT Tambah Jadi 91 Orang, 161.084 Mengungsi

- Gempa M7,7 di NTT memicu 6.688 susulan; 91 orang meninggal, 1.286 terluka, dan 161.084 mengungsi. BNPB memperkirakan susulan dapat berlanjut tiga hingga empat minggu.
- Sejak 15-23 Agustus, 1.226 ton bantuan gempa didistribusikan lewat 77 penerbangan dan satu kapal. Helikopter juga menyalurkan sembako serta beras ke wilayah sulit dijangkau.
- Pemerintah menangani karhutla di enam provinsi dengan patroli udara, water bombing, dan modifikasi cuaca. BNPB mengimbau warga memakai masker, mengurangi aktivitas luar ruang, serta tidak membakar lahan atau sampah.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, dalam konferensi pers mengenai penanganan Gempa NTT dan karhutla, Minggu (23/8/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan gempa sudah memasuki hari ke sembilan, BNPB mencatat masih terjadi ribuan gempa susulan. Di sisi lain, pemerintah terus mengoptimalkan operasi darat dan udara untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas.
1. Gempa susulan NTT mencapai 6.688 kali, korban meninggal bertambah jadi 91 jiwa

Rumah rusak akibat gempa di NTT (dok. BNPB) BNPB mencatat gempa susulan di NTT hingga Minggu (23/8/2026) mencapai 6.688 kali. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo (M)6,2, sedangkan yang terkecil M 1,1. Sebanyak 130 gempa susulan dirasakan warga.
BNPB memperkirakan rangkaian gempa susulan masih dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu sejak gempa utama. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Sementara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 91 jiwa atau bertambah empat orang dibandingkan data sebelumnya. Adapun 1.286 orang mengalami luka-luka dan 161.084 lainnya mengungsi.
"Dari 91 korban meninggal, 51 persen disebut meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung seperti memiliki penyakit bawaan, seperti jantung, hipertensi, dan diabetes," ungkap Berton.
2. Bantuan gempa yang disalurkan mencapai 1.226 ton

Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB) Penyaluran bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa terus dilakukan melalui jalur udara dan laut. Sejak 15 hingga 23 Agustus 2026, total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.
"Dari jumlah tersebut 869 ton bantuan telah didistribusikan ke Labuan Bajo, sedangkan 356 ton dikirim ke Maumere. Hingga saat ini, total bantuan yang telah masuk dan diterima di pos dukungan logistik nasional mencapai 1.750 ton dari 77 donatur," ungkap Berton.
BNPB juga menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan. Salah satunya dengan mengirimkan 40 paket sembako dan 150 kilogram beras ke Desa Nanga Mbaling, Kabupaten Manggarai Timur.
3. Karhutla ditangani di enam provinsi prioritas

Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB) Selain penanganan gempa, BNPB menyampaikan pemerintah memaksimalkan operasi darat dan udara untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan.
Di Kalimantan Barat, luas indikatif lahan terbakar mencapai 38.310 hektare per 19 Agustus 2026. Sementara, di Kalimantan Tengah mencapai 7.634 hektare dan Kalimantan Selatan 8.620 hektare. Di Sumatra Selatan, luas lahan terbakar tercatat 1.926 hektare.
Operasi penanganan dilakukan melalui patroli udara, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca (OMC) sesuai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menekankan pencegahan agar kebakaran tidak meluas serta perlindungan masyarakat dari dampak asap.
"Satgas udara dan satgas darat terus melakukan koordinasi, serta penanganan terpadu pada titik-titik yang memerlukan pemadaman, dengan fokus area pemukiman dan area yang dapat membahayakan masyarakat," ungkap Berton.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga memberikan sejumlah arahan untuk mempercepat penanganan karhutla, termasuk penambahan 17 helikopter water bombing, mesin pompa dan pipa, serta pengerahan sekitar 1.500 prajurit TNI.
4. BNPB imbau masyarakat waspada dan tidak membakar lahan

Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB) BNPB mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi karhutla masih berlangsung. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah, serta memastikan bara puntung rokok telah padam sebelum dibuang.
Dalam konferensi pers tersebut, BNPB juga menegaskan informasi mengenai dugaan kebakaran di area konsesi perusahaan merupakan kewenangan Satgas Penegakan Hukum Karhutla untuk ditelusuri.


















