Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan

7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
Rumah rusak akibat gempa di NTT (dok. BNPB)
  • Gempa Magnitudo 7,7 di NTT menewaskan 87 orang dan melukai 1.298 lainnya hingga 22 Agustus 2026; BMKG mencatat 3.055 gempa susulan dan aktivitas diperkirakan mereda dalam 3–4 minggu.
  • Sebanyak 150.576 warga mengungsi, sementara penyaluran 954 ton logistik melalui 68 penerbangan masih terkendala jalan rusak, warga di luar posko, dan keluhan distribusi yang belum merata.
  • Gempa merusak 1.378 sekolah, mengganggu pembelajaran 177.678 murid; tim medis sulit menjangkau wilayah terpencil, sementara BNPB menyiapkan bantuan perbaikan rumah dan dukungan dari daerah lain terus datang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sepekan lebih berlalu, penanganan dan pemulihan di sejumlah wilayah terdampak masih berlangsung. Tercatat jumlah korban jiwa mencapai 87 orang dan 1.298 mengalami luka-luka hingga Sabtu (22/8/2026).

Sejumlah perkembangan terbaru mulai dari gempa susulan, kondisi pengungsi, kerusakan sekolah, hingga persoalan distribusi bantuan menjadi perhatian. Berikut fakta-fakta terbaru gempa NTT beserta penanganannya dari pemerintah.

  1. 1. Terjadi 3.055 gempa susulan setelah gempa utama

    7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
    Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. PMI)

    BMKG mencatat ribuan gempa susulan setelah gempa utama mengguncang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat 3.055 gempa susulan dengan Magnitudo 1,1 hingga Magnitudo 6,2.

    BMKG memperkirakan proses penurunan aktivitas gempa tersebut membutuhkan waktu setidaknya sekitar tiga hingga empat minggu.

  2. 2. Sebanyak 150.576 jiwa mengungsi, dengan wilayah pengungsi terbanyak di Kabupaten Manggarai

    7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming hadir di tengah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka. Gibran meninjau langsung posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis (20/8/2026). (Dok. Setwapres)

    Dampak gempa masih dirasakan warga di sejumlah daerah. BNPB mencatat, total pengungsi kini mencapai 150.576 jiwa dengan wilayah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai.

    Semakin bertambahnya pengungsi, BNPB telah mendistribusikan 147 ton bantuan melalui 10 sorti penerbangan. Terhitung sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, bantuan logistik yang telah disalurkan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan.

  3. 3. Distribusi bantuan masih dikeluhkan warga

    7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
    Komdigi salurkan bantuan untuk korban Gmpa NTT. (Dok. Komdigi)

    Permasalahan bantuan menjadi perhatian di sejumlah wilayah. Warga beberapa kali mencegat kendaraan logistik, karena menilai distribusi bantuan belum merata.

    DPR menilai koordinasi pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat. Kondisi jalan rusak dan pengungsi yang berada di luar posko juga menjadi kendala penyaluran, sehingga masyarakat menilai adanya ketidakadilan pemerintah.

    Bahkan, camat di NTT frustrasi dan protes kepada BNPB terkait bantuan. Camat Lamba Leda Utara (LAUT), Agustinus Supratman, meluapkan kekesalannya terhadap salah satu pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemarahannya yang meledak-ledak itu terekam oleh warga sekitar yang sedang menanti bantuan di posko.

    Lamba Leda Utara sendiri merupakan salah satu kecamatan di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

    Agustinus merasa tersinggung karena pejabat BNPB menyebut bantuan yang datang ke tempatnya sudah banyak. Namun, ia merasa jumlah bantuan tersebut tidak cukup, sementara ia harus membagikan secara adil ke 11 desa. Ia pun merasa seolah-olah pihak BNPB menekannya.

  4. 4. Sebanyak 1.378 sekolah terdampak

    7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
    Sekolah rusak di Pandeglang usai gempa M 6,6 (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

    Gempa juga berdampak besar pada sektor pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan di enam kabupaten terdampak kerusakan. Kondisi tersebut memengaruhi 177.678 murid dan 21.166 guru.

    Proses belajar tatap muka pun belum bisa berjalan normal, sehingga sebagai bentuk penyesuaian sebagian besar terpaksa menerapkan sistem belajar secara mandiri dari rumah atau posko pengungsian darurat.

  5. 5. Akses sulit bagi tim medis

    7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
    Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. PMI)

    Tim kesehatan masih menghadapi medan yang sulit untuk menjangkau korban di wilayah terpencil. Jalan berbukit, kerusakan akses, dan gempa susulan menjadi sejumlah tantangan.

    Selain itu, tim kesehatan harus menghadapi tantangan kultural berupa masyarakat yang enggan diobati secara medis. Sebagian korban yang bersedia diobati juga memilih tidak dirujuk untuk penanganan lebih lanjut ke rumah sakit.

  6. 6. Bantuan perbaikan rumah disiapkan hingga Rp30 juta

    7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
    Rumah rusak akibat gempa di NTT (dok. BNPB)

    BNPB menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak. Rumah dengan kerusakan ringan mendapat dukungan Rp15 juta, sedangkan kerusakan sedang mendapat Rp30 juta.

    Untuk rumah rusak berat, pemerintah akan menyiapkan pembangunan hunian tetap yang bersifat permanen. BNPB juga menyiapkan dua alternatif tempat tinggal sementara bagi masyarakat.

  7. 7. Bantuan untuk korban gempa NTT terus disalurkan

    7 Fakta Terbaru Gempa NTT, Ribuan Gempa Susulan hingga Ribut Bantuan
    Komdigi salurkan bantuan untuk korban Gmpa NTT. (Dok. Komdigi)

    Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim 55 tenaga kesehatan dan 34 ton beras, ditambah obat-obatan, air mineral, makanan, selimut, terpal, dan kebutuhan dasar lainnya.

    Jawa Barat juga mengirim bantuan senilai Rp4,5 miliar melalui Gubernur Dedi Mulyadi. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan darurat dan pemulihan korban gempa.

    BNPB juga terus memperkuat dukungan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di NTT. Sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, sebanyak 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju wilayah terdampak di Labuan Bajo dan Maumere.

    Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 1.541.450 kg atau sekitar 1.541 ton bantuan yang telah diterima Pos Pendukung Logistik Nasional sejak 15 Agustus dari 72 donatur, yang berasal dari kementerian/lembaga, TNI, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan dan mitra lainnya. Bantuan mencakup kebutuhan dasar masyarakat, perlengkapan tempat tinggal sementara, kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi dan kebersihan, serta peralatan pendukung penanganan darurat.

    Dari total bantuan yang telah didistribusikan, sebanyak 354.438 kg atau sekitar 354 ton dikirim melalui jalur udara TNI AU menggunakan 28 sortie pesawat Hercules. Sebanyak 16 sortie menuju Labuan Bajo dengan muatan 216.511 kilogram dan 12 sortie menuju Maumere dengan muatan 137.593 kilogram.

    Sementara, sebanyak 600.000 kg atau sekitar 600 ton bantuan yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) telah dikirim menggunakan pesawat kargo komersial melalui 40 sortie. Sebanyak 29 sortie menuju Labuan Bajo dengan total 435.000 kg dan 11 sortie menuju Maumere dengan total 165.000 kg.

    Khusus pada Sabtu (22/8/2026), Pos Pendukung Logistik Nasional menerima tambahan 51.791 kg atau sekitar 52 ton bantuan dari 21 donatur. Bantuan tersebut antara lain berupa air mineral, beras, biskuit, makanan siap saji, mi instan, susu, minyak goreng, sarden, selimut, terpal, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, obat-obatan dan peralatan kesehatan.

    Pada hari yang sama, BNPB mendistribusikan bantuan melalui tiga sortie pesawat TNI AU dengan total muatan 41.727 kilogram atau sekitar 42 ton. Dua penerbangan menuju Maumere dan satu penerbangan menuju Labuan Bajo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More