Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BNPB Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik untuk NTT

BNPB Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik untuk NTT
Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)
  • BNPB memberangkatkan sekitar 954 ton bantuan logistik dari Jakarta menuju Labuan Bajo dan Maumere pada 15-22 Agustus 2026.
  • Bantuan dikirim melalui penerbangan TNI AU, pesawat kargo komersial, serta jalur laut menggunakan KRI Semarang-594.
  • Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma masih menyimpan sekitar 587 ton bantuan untuk kebutuhan warga terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jalur mana yang penting untuk pengiriman bantuan NTT?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam periode 15-22 Agustus 2026, sebanyak 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton bantuan logistik diberangkatkan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Labuan Bajo dan Maumere.

"BNPB terus memastikan dukungan logistik untuk masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur dapat bergerak sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/8/2026).

Selama periode tersebut, Pos Pendukung Logistik Nasional telah menerima 1.541.450 kilogram atau sekitar 1.541 ton bantuan. Bantuan itu dihimpun sejak 15 Agustus 2026 dari 72 donatur yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI, BUMN, pelaku usaha, organisasi kemanusiaan hingga mitra lainnya.

"Berbagai bantuan yang masuk mencakup kebutuhan dasar, perlengkapan hunian sementara, kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi dan kebersihan, serta berbagai peralatan untuk mendukung penanganan darurat," ucap Berton.

  1. 1. Lewat jalur udara, percepat distribusi bantuan

    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)
    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)

    Dari jumlah bantuan yang sudah dikirim ke wilayah terdampak, 354.438 kilogram atau sekitar 354 ton diberangkatkan melalui penerbangan TNI Angkatan Udara. Pengiriman tersebut dilakukan menggunakan 28 sortie pesawat Hercules, dengan 16 sortie menuju Labuan Bajo membawa 216.511 kilogram dan 12 sortie menuju Maumere dengan muatan 137.593 kilogram.

    "Distribusi melalui jalur udara terus dilakukan untuk mempercepat pengiriman logistik ke daerah terdampak, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang harus segera tersedia," kata Berton.

    Selain penerbangan TNI AU, BNPB menyalurkan 600 ribu kilogram atau sekitar 600 ton bantuan dari Dana Siap Pakai (DSP) menggunakan pesawat kargo komersial. Pengiriman dilakukan dalam 40 sortie, terdiri atas 29 penerbangan ke Labuan Bajo dengan total 45 ribu kilogram dan 11 penerbangan ke Maumere dengan total 165 ribu kilogram.

    "Penggunaan berbagai moda transportasi dilakukan agar distribusi bantuan dalam jumlah besar dapat berlangsung secara berkelanjutan menuju wilayah sasaran," ujar dia.

    Pada Sabtu (22/8/2026), Pos Pendukung Logistik Nasional kembali memperoleh tambahan 51.791 kilogram atau sekitar 52 ton bantuan dari 21 donatur. Bantuan yang diterima mencakup air mineral, beras, biskuit, makanan siap santap, mi instan, susu, minyak goreng, sarden, selimut, terpal, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, kebutuhan bayi, obat-obatan hingga peralatan kesehatan.

    "Tambahan logistik dari para donatur terus dihimpun dan disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan," ucap dia.

    Pada hari yang sama, BNPB mengirimkan 41.727 kilogram atau sekitar 42 ton bantuan melalui tiga sortie penerbangan TNI Angkatan Udara. Dari tiga penerbangan tersebut, dua pesawat diarahkan ke Maumere dan satu lainnya menuju Labuan Bajo.

    "Pengiriman melalui tiga sortie pada 22 Agustus menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan bantuan ke dua wilayah tujuan," ujar Berton.

  2. 2. Muatan penerbangan disesuaikan dengan jenis kebutuhan

    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)
    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)

    Penerbangan Airbus A-400 menuju Maumere mengangkut 22.187 kilogram bantuan yang terdiri dari sembako, terpal, pakaian, beras, obat-obatan, mi cup, selimut, kasur lipat, minyak goreng dan tenda serbaguna. Sementara dua penerbangan Boeing membawa sejumlah bantuan lain, termasuk sembako, mi cup, perangkat komunikasi, Starlink, alat kesehatan, peralatan rescue, air mineral, pompa submersible dan terpal.

    "Muatan penerbangan disesuaikan dengan jenis kebutuhan yang telah dihimpun untuk mendukung penanganan di masing-masing wilayah," ucap dia.

    Masih pada Sabtu (22/8/2026), BNPB mengirimkan tambahan bantuan yang berasal dari DSP melalui pesawat kargo komersial. Sebanyak tujuh sortie diberangkatkan dengan total muatan 105.000 kilogram atau 105 ton, terdiri atas empat penerbangan menuju Labuan Bajo dan tiga penerbangan menuju Maumere.

    "Pengiriman dari Dana Siap Pakai tersebut menambah volume bantuan yang dapat segera dimanfaatkan masyarakat terdampak," kata dia.

  3. 3. Ada pengiriman jalur laut

    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)
    Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)

    Muatan yang dikirim mencakup selimut, matras, tenda keluarga, tenda pengungsi, kasur lipat, motor trail, pakaian BNPB, sembako dan kelambu. BNPB juga menyiapkan alternatif distribusi melalui jalur laut untuk mengirim bantuan dalam jumlah besar menuju Labuan Bajo. Pada Sabtu (22/8), Plt. Direktur Operasi, Jaringan dan Logistik Penanggulangan Bencana BNPB Brigjen TNI Hery Setiono mengecek kesiapan sekaligus mendampingi proses pemuatan bantuan di Pelabuhan Tanjung Priok, Dermaga IKT.

    "Jalur laut menjadi salah satu pilihan untuk mengangkut bantuan dalam volume besar menuju wilayah terdampak," ucap dia.

    Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh bantuan siap dimuat sebelum diberangkatkan menggunakan KRI Semarang-594 ke Labuan Bajo. Pengiriman dengan kapal diharapkan dapat membantu memperkuat mobilisasi logistik dalam jumlah besar.

    "Persiapan pengiriman dilakukan secara menyeluruh agar proses mobilisasi bantuan berjalan lancar dan dapat mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah tujuan," kata Berton.

    Dalam agenda tersebut, dukungan bantuan dari Kementerian Perhubungan juga diserahkan. Donasi tersebut diwakili Direktur Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Teguh Jalu Waskito.

    "Kolaborasi dari berbagai kementerian dan lembaga menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan logistik untuk penanganan bencana," ujar Berton.

    KRI Semarang-594 dijadwalkan membawa 146.771 kilogram atau sekitar 147 ton bantuan pada Minggu (23/8). Sebanyak 16 truk disiapkan untuk mengangkut logistik yang terdiri dari sembako, mi cup, tenda pleton, selimut, velbed, beras, biskuit, air mineral, makanan ringan, pasta gigi, sikat gigi, popok, pembalut, kasur lipat, minyak goreng dan mi instan.

    "Pengiriman melalui KRI Semarang-594 diharapkan dapat memperkuat pasokan bantuan dalam jumlah besar menuju Labuan Bajo," kata Berton.

    Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma masih menyimpan 587.012 kilogram atau sekitar 587 ton bantuan yang dapat dikirim sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

    "Stok yang masih tersedia akan terus dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan," tutur Berton.

    Persediaan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan, seperti paket sembako, beras, mi instan dan mi cup, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, kasur lipat, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, kebutuhan kebersihan serta peralatan untuk mendukung operasi darurat.

    "Jenis logistik yang tersedia cukup beragam, mulai dari kebutuhan pangan hingga perlengkapan pendukung penanganan darurat," ujar Berton.

    Sejumlah bantuan yang masih tersedia antara lain 12 ribu dus mi instan, 1.785 velbed, 25 tenda pleton dan 12.530 lembar selimut serta 1.639 matras dari Kementerian Pertahanan. Selain itu, terdapat 3.450 dus biskuit dan 8.756 paket sembako dari Sekretariat Presiden, serta perlengkapan bayi, peralatan dapur, matras, terpal dan hygiene kit dari PMI.

    "BNPB terus memantau ketersediaan stok agar distribusi berikutnya dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan prioritas di wilayah terdampak," kata Berton.

    Selain mengandalkan jalur laut, BNPB kembali menyiapkan pengiriman bantuan melalui udara pada Minggu (23/8/2026). Tiga penerbangan, terdiri dari satu Airbus dan dua Boeing, disiapkan dengan total muatan 36.892 kilogram atau sekitar 37 ton.

    "Distribusi udara kembali disiapkan untuk menjaga kelancaran pasokan bantuan ke Labuan Bajo dan Maumere," ujar Berton.

    Pesawat Airbus A-400 yang menuju Labuan Bajo dijadwalkan membawa 21.012 kilogram bantuan berupa sembako, Fitbar, Soyjoy, biskuit, roti, susu, makanan siap saji dan tenda pengungsi. Boeing A-7305 menuju Maumere membawa 7.442 kilogram bantuan yang terdiri dari sembako, perlengkapan kebersihan, kebutuhan pribadi, obat-obatan, air mineral, biskuit, tenda dan sejumlah kebutuhan lainnya.

    Sementara itu, Boeing A-7036 yang juga menuju Maumere membawa 8.438 kilogram bantuan berupa sembako, Fitbar, Soyjoy, biskuit, roti dan susu.

    "BNPB terus mengatur pola distribusi agar bantuan yang tersedia dapat segera dimobilisasi dan diterima masyarakat terdampak," ucap Berton.

    Dalam keseluruhan proses tersebut, BNPB menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, BUMN, sektor usaha, organisasi kemanusiaan serta berbagai mitra. Kerja sama lintas sektor diperlukan untuk memastikan pergerakan bantuan tetap sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More