Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid mengungkap, setidaknya ada tiga alat sadap yang dibeli pemerintah pada era Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada selang waktu 2017-2023.
Usman menjelaskan, alat-alat sadap itu dibeli melalui perusahaan broker asal Singapura NSO Group. Beberapa alat dan sistem penyadapan yang dibeli oleh Indonesia saat itu, di antaranya Predator, Pegasus, dan FinFisher.
Hal ini disampaikan Usman dalam sebuah diskusi media bertajuk "Skandal Penyadapan, Intervensi Politik dan Ancaman Terhadap Integritas Pemilu" di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
"Kami mengumumkan sebuah laporan tentang penyadapan di Indonesia, khususnya tentang pembelian alat-alat sadap yang ditempuh melalui broker perusahaan di Asia Tenggara, salah satunya di Singapura, dan diperoleh dari Israel melalui NSO Group. Beberapa alat dan sistem penyadapan yang dibeli oleh Indonesia antara lain Predator, Pegasus, dan FinFisher," kata Usman.