Paraguay Dakwa Eks Presiden Santiago Pena atas Skandal Bank Ueno

- Mantan Presiden Paraguay Santiago Pena didakwa atas pelanggaran kepercayaan dan pengelolaan demi keuntungan pribadi terkait kolaps Ueno Bank, sehari setelah dimakzulkan Senat.
- Jaksa menuding Pena mengarahkan dana publik dan dana pensiun ke Ueno Bank meski memiliki keterikatan finansial; mantan Kepala Bank Sentral Carlos Carvallo turut didakwa.
- Pengambilalihan Ueno Bank mengganggu layanan hampir 3 juta nasabah dan memicu protes; Pedro Alliana dilantik sebagai presiden, sementara 1,2 juta nasabah menerima penggantian simpanan.
Jakarta, IDN Times - Mantan Presiden Paraguay Santiago Pena resmi didakwa atas dugaan pelanggaran kepercayaan dan pengelolaan demi keuntungan pribadi terkait kolapsnya Ueno Bank. Jaksa penuntut umum menetapkan dakwaan tersebut terhadap Pena di Asuncion, Sabtu (7/11/2026), sehari setelah dia dimakzulkan oleh Senat Paraguay.
Pena sebelumnya sempat ditempatkan di bawah tahanan rumah pada Jumat (6/11) menyusul pemakzulan dirinya, lalu menjalani pemeriksaan di kantor jaksa agung pada Sabtu pagi sebelum dakwaan diumumkan. Krisis perbankan yang melanda institusi keuangan digital tersebut memicu demonstrasi warga secara luas akibat jutaan nasabah kehilangan akses terhadap simpanan mereka.
Table of Content
1. Dugaan intervensi dana publik dan perlindungan regulasi

ilustrasi pengadilan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya) Dilansir Al Jazeera, skandal ini berpusat pada keterkaitan Pena dengan Ueno Bank yang berkembang pesat semasa kepresidenannya. Pertumbuhan bank tersebut sebagian didorong oleh masuknya suntikan dana publik lebih dari 800 juta dolar AS atau setara Rp14,48 triliun. Pena dituduh memanfaatkan pengaruh politiknya untuk mengarahkan dana publik ratusan juta dolar ke bank itu, sekaligus melindunginya dari pengawasan regulasi saat muncul kekhawatiran atas praktik pinjaman berisiko.
Pena juga dituduh mengizinkan dana pensiun negara Paraguay menempatkan deposito senilai 355 juta dolar AS atau setara Rp6,43 triliun di Ueno Bank, yang melampaui batas hukum. Di sisi lain, Pena yang memegang kepemilikan saham di perusahaan induk bank tersebut hingga Maret 2025 telah membantah melakukan kesalahan. Dia menyatakan bahwa masalah yang dialami pihak bank semata-mata merupakan persoalan regulasi.
2. Dakwaan terhadap mantan kepala bank sentral dan penahanan

ilustrasi gedung bank (unsplash.com/Etienne Martin) Dilansir Xinhua, jaksa penuntut umum menyatakan Pena diduga memanfaatkan jabatannya untuk memengaruhi penempatan dan retensi dana publik serta dana pensiun dalam jumlah besar di Ueno Bank, terlepas dari riwayat keterikatan finansial pribadinya dengan institusi tersebut. Jaksa resmi mengajukan permohonan penahanan praperadilan bagi Pena serta pembatasan atas aset-aset miliknya. Reuters mengonfirmasi bahwa dakwaan yang dijeratkan kepada Pena mencakup pelanggaran kepercayaan dan pengelolaan demi keuntungan pribadi.
Tindakan hukum jaksa penuntut umum turut menyasar mantan Kepala Bank Sentral Paraguay Carlos Carvallo. Carvallo, yang ditunjuk oleh Pena untuk memimpin bank sentral pada 2023, sebelumnya tercatat sebagai mantan eksekutif di perusahaan yang kemudian menjadi Ueno Bank. Jaksa mendakwa Carvallo atas tuduhan pelanggaran kepercayaan, pengelolaan demi keuntungan pribadi, dan pembuatan dokumen publik palsu, serta mengajukan permohonan penahanan praperadilan terhadapnya.
3. Proses pemakzulan presiden dan imbas kolaps perbankan

Santiago Pena (Governo do Estado de São Paulo, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons) Skandal ini mencuat setelah otoritas pengawas mengambil kendali Ueno Bank pada Selasa (3/11) akibat kekhawatiran solvabilitas, setelah menemukan rasionya merosot hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan. Pengambilalihan ini menyebabkan aplikasi serta kartu bank tidak berfungsi dan berdampak pada hampir 3 juta nasabah. Merespons krisis tersebut, Pena sempat mengajukan surat pengunduran diri pada Kamis (5/11), tetapi anggota parlemen menolaknya dan tetap melanjutkan sidang pemakzulan demi mencegah Pena memperoleh kekebalan politik yang bisa didapatkannya jika berhenti atas kehendak sendiri.
Gelombang protes meletus di berbagai wilayah Paraguay dengan ribuan warga turun ke jalan menuntut akses terhadap tabungan mereka, di mana sebagian aksi berujung bentrok dengan kepolisian. Senat Paraguay kemudian menggelar pemungutan suara untuk mencopot Pena dari jabatannya pada Jumat, dan melantik mantan Wakil Presiden Pedro Alliana sebagai presiden baru pada hari yang sama. Alliana yang berasal dari Partai Colorado berjanji akan membantu masyarakat terdampak, meski dirinya juga tengah berada di bawah penyelidikan terkait keruntuhan bank tersebut.
Bank Sentral Paraguay mengumumkan pada Sabtu (7/11) bahwa sebanyak 1,2 juta nasabah telah menerima penggantian sebagian atau penuh atas simpanan mereka yang diasuransikan. Walau demikian, langkah penggantian tersebut belum meredakan kemarahan masyarakat karena banyak nasabah lain masih menanti pengembalian uang mereka.






















