Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pakai TKD Tambahan, Progres Jembatan Tapsel-Padangsidimpuan Sudah 65%

4 min read
Pakai TKD Tambahan, Progres Jembatan Tapsel-Padangsidimpuan Sudah 65%
Pembangunan Jembatan Aek Roncitan di Angkola Selatan. (Dok. Tim Media Satgas PRR)
  • Pembangunan kembali Jembatan Aek Roncitan di Tapanuli Selatan telah mencapai 65 persen dan ditargetkan selesai pertengahan Desember 2026, setelah rusak akibat banjir serta longsor November 2025.

  • Proyek senilai Rp834,054 juta ini didukung TKD Tambahan 2026; pekerjaan fondasi, abutmen, dinding penahan, dan penyesuaian jalan terkendala hujan serta naiknya debit sungai.

  • Tapanuli Selatan menerima TKD Tambahan Rp255,89 miliar untuk pemulihan pascabencana, sementara Satgas PRR mempercepat rehabilitasi infrastruktur dan penanganan sedimentasi agar konektivitas warga lebih tahan risiko bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembangunan kembali Jembatan Aek Roncitan di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026. Jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor pada November 2025 itu menjadi salah satu akses penghubung penting bagi warga menuju Kota Padangsidimpuan.

Pembangunan jembatan tersebut didukung melalui alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan 2026. Hingga awal November, pengerjaan fisiknya telah mencapai progres sekitar 65 persen.

TKD Tambahan adalah tambahan dana TKD dari pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah di luar TKD reguler. Tujuannya untuk memberikan tambahan kekuatan fiskal bagi pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana, pelayanan publik, atau menjaga stabilitas fiskal dan operasional daerah, serta kebutuhan mendesak lainnya.

  1. 1. Progres pembangunan jembatan capai 65 persen

    Ilustrasi jembatan rusak (IDN Times/ Riyanto)
    Ilustrasi jembatan rusak (IDN Times/ Riyanto)

    Kondisi jembatan lama yang menggunakan konstruksi Bailey mulai mengkhawatirkan setelah terdampak bencana. Selain itu, badan jalan di sekitar jembatan mengalami penurunan sehingga membutuhkan penanganan agar akses masyarakat kembali aman.

    Kepala mandor proyek dari CV Kamadie Konstruksi, Epron Suaib Ritonga, mengatakan pekerjaan telah berlangsung sekitar satu bulan. Nilai kontrak pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp834.054.000 dengan target penyelesaian pada pertengahan Desember 2026.

    “Progresnya sudah sekitar 65 persen. Kendalanya cuaca, terutama saat hujan dan debit sungai naik. Material kayu serta batu yang terbawa arus beberapa kali menimbun area galian,” kata Epron.

    Untuk mengejar target penyelesaian, jumlah pekerja ditambah menjadi 14 orang. Pekerjaan saat ini meliputi pembangunan fondasi, abutmen, dan dinding penahan.

    Pengawas proyek dari Dinas PUPR Tapanuli Selatan, Fahrur Rozi Lubis, menjelaskan jembatan baru dirancang memiliki lebar 7 meter, panjang bentang 6 meter, dan tinggi 2,8 meter. Penanganan juga mencakup pemotongan tebing di sepanjang sekitar 50 meter untuk menyesuaikan badan jalan.

    “Jembatan lama kondisinya sudah mengkhawatirkan setelah bencana. Kami berharap pembangunan ini bisa selesai sesuai target dan masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun,” ujarnya.

  2. 2. Jembatan baru diharapkan dongkrak aktivitas ekonomi

    TNI AD membangun 40 unit jembatan Armco di Aceh.
    Ilustrasi jembatan

    Warga Kelurahan Pardomuan, Rudi Girsang (35), mengatakan kerusakan jalan dan jembatan akibat banjir dan longsor sebelumnya mengganggu mobilitas masyarakat. Menurut dia, jalur Gua Asom, Sironcitan, dan Siondop Somel menjadi akses penting bagi warga menuju Padangsidimpuan. Ia berharap jembatan yang dibangun kembali lebih kuat dan aman sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, dapat berjalan lebih lancar.

    “Harapannya jembatan ini bisa lebih kokoh dan akses masyarakat kembali aman. Kami berterima kasih karena ada perhatian dari pemerintah pusat dan daerah,” kata Rudi.

    Adapun Kabupaten Tapanuli Selatan memperoleh alokasi TKD Tambahan 2026 sebesar Rp255,89 miliar untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Dari total tersebut, sekitar Rp153,58 miliar dialokasikan untuk infrastruktur publik, Rp55,15 miliar untuk pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya, serta Rp12,78 miliar untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Selain itu, alokasi TKD Tambahan mencakup Rp7,29 miliar untuk kesiapsiagaan bencana, Rp1,19 miliar untuk pelayanan publik, Rp300 juta untuk rumah ibadah, serta Rp25,58 miliar untuk belanja wajib lainnya.

  3. 3. Satgas PRR percepat pemulihan infrastruktur

    Ilustrasi pembangunan jalan tani di Kabupaten PPU (IDN Times/Ervan)
    Ilustrasi pembangunan jalan (IDN Times/Ervan)

    Menurut data Ditjen Keuda Kementerian Dalam Negeri, realisasi TKD Tambahan Kabupaten Tapsel per 30 Oktober sebesari Rp46,9 miliar atau 18,35 persen dari total TKD Tambahan.Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur di Tapanuli Selatan, termasuk pembangunan kembali Jembatan Aek Roncitan agar konektivitas masyarakat dapat kembali berjalan lebih baik.

    Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengatakan pemulihan infrastruktur terus dilakukan, termasuk penanganan jalan, jembatan, sungai, dan fasilitas pendidikan. Menurutnya, penanganan sedimentasi juga penting agar infrastruktur yang telah diperbaiki tidak kembali terdampak banjir.

    “Karena sedimen ini kalau tidak ditangani, hujan lebat sedikit, banjir lagi,” ujar Tito.

    Ia menegaskan Satgas PRR akan terus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk melindungi masyarakat serta memulihkan kehidupan di wilayah terdampak.

    Dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP), pemulihan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan ketahanan terhadap risiko bencana. Pembangunan kembali jembatan dan jalan diarahkan agar lebih kuat sehingga konektivitas masyarakat dapat terjaga dalam jangka panjang. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Related Articles

See More