Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur (jakarta.go.id)
Bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta tadinya adalah dua bangunan sekolah yang disatukan. Terhitung, sudah ada sebanyak 16 dari 19 gedung sekolah yang rampung direvitalisasi dalam program tahun anggaran 2025.
SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta menempati satu kompleks terintegrasi di Jalan Raya Bogor setelah menjalani revitalisasi total dengan nilai kontrak Rp101,3 miliar. Gedung baru itu sudah dipakai sejak awal tahun ajaran 2026–2027.
"Menurut saya, sekolah ini tidak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Fasilitasnya lengkap, mulai dari lift, perpustakaan, kantin, ruang belajar yang representatif, hingga sarana olahraga," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lokasi, Senin (12/10/2026).
Bentuk gedung sekolah enam lantai juga bukan soal gaya, melainkan cara untuk menyiasati keterbatasan lahan. Penyatuan dua sekolah yang lokasinya berdekatan justru membuat sisa tanah bisa dipakai untuk sarana olahraga.
Dampaknya langsung terasa. Sebelum gedung baru beroperasi, kegiatan belajar mengajar di SMPN 91 berlangsung dalam dua sif. Setelahnya, pembelajaran bisa berjalan dalam satu sif. Efisiensi ruang ini membuka daya tampung baru bagi warga Kelurahan Pekayon.
Salah satu siswa SMPN 91, Riva Hidayat, mengaku perubahan tersebut terasa sejak hari pertama. Siswa kelas 8D ini menyebut lift dan kamar mandi sebagai fasilitas yang paling membedakan dari gedung lama.
"Gedung yang sekarang sangat bagus. Jadi saya semakin semangat untuk belajar di sekolah ini. Harapan saya, karena sekolah kita sekarang sudah bagus seperti ini, murid-muridnya juga berprestasi dan sekolah ini menjadi sekolah unggulan di Jakarta," ujar Riva.