Jakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa Universitas Trisakti akhirnya ikut turun ke jalan, berdemonstrasi, pada Jumat, 19 Juni 2026. Momen tersebut sudah dinanti publik sejak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) melakukan aksi serupa di kawasan Thamrin satu pekan sebelumnya.
Berbeda dengan BEM UI, mahasiswa Trisakti menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPR/MPR RI. Sebagian aksi kini bergeser dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), lantaran pesimistis aspirasi mereka didengar anggota parlemen.
Kepada IDN Times, Presiden Mahasiswa Universitas (Presma) Trisaksi, Dhenni Ribowo, mengaku tidak mempermasalahkan perbedaan titik penyampaian aspirasi. Setiap kelompok mahasiswa, kata dia, memiliki cara tersendiri untuk menarik atensi publik dan pemangku kebijakan.
"Kami selalu punya cara sendiri untuk bagaimana menarik atensi mereka, dan menarik mereka untuk keluar dan dapat mengatensi tuntutan kami. Contoh terakhir, mahasiswa Trisakti pernah berunjuk rasa di Gedung DPR pada 2024 soal penyusunan RUU Pilkada dan merobohkan gerbang Pancasila," ungkap Dhenni ketika berbincang dengan IDN Times melalui telepon, Jumat, 26 Juni 2026.
Dalam aksi dua pekan lalu, mahasiswa Trisakti mengusung tiga tuntutan yang dibalut 'Tritura" atau Tiga Tuntutan Rakyat. Tuntutan pertama, pulihkan ekonomi dan politik nasional. Kedua, berantas inkompetensi pejabat negara, dan tuntutan ketiga kembalikan supremasi sipil.
Dhenni tak menampik penggunaan tuntutan dengan nama Tritura lantaran ingin mengenang semangat unjuk rasa besar-besaran di halaman Fakultas Kedokteran UI pada 1966.
Mahasiswa Trisakti tidak sendiri dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka turun bersama mahasiswa dari Universitas Mercubuana dan Universitas Esa Unggul, yang sama-sama kampusnya berada di Jakarta Barat.
Usai berorasi, perwakilan mahasiswa sempat diterima pimpinan DPR. Bahkan, pimpinan parlemen yang dipimpin Sufmi Dasco Ahmad turut berorasi di hadapan mahasiswa.
Apa pandangan Dhenni mengenai aksi demo dua pekan lalu? Apakah mereka akan melakukan aksi lanjutan bila tuntutan mereka belum dipenuhi pemerintah? Simak wawancara khusus IDN Times dengan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti.
