JK: 21 Tahun Perdamaian Aceh Momen Membangun Keadilan-Kesejahteraan

- Jusuf Kalla menandai 21 tahun perdamaian Aceh sebagai momentum memperkuat pembangunan dan meningkatkan kehidupan masyarakat setelah konflik panjang berakhir.
- Ia meminta pemimpin Aceh memprioritaskan pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menata masa depan yang berkelanjutan.
- Menurut Kalla, konflik dapat berakar dari ketidakadilan; pengalaman Aceh menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk menghadirkan pembangunan adil di seluruh daerah.
Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan 21 tahun perdamaian Aceh sebagai momentum untuk memperkuat pembangunan dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026), bertepatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh.
Jusuf Kalla mengatakan, Aceh yang sebelumnya mengalami konflik berkepanjangan selama puluhan tahun kini telah memasuki fase pembangunan setelah tercapainya perdamaian.
"Hari ini tanggal 15 bertepatan dengan ulang tahun ke-21 perdamaian Aceh. Aceh yang dulu 21 tahun lalu merupakan tempat konflik yang sangat lama dan besar. Alhamdulillah kita bisa selesaikan," ujar Jusuf Kalla dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
1. Perdamaian titik awal masyarakat aceh menata masa depan

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla usai menerima Duta Besar Iran di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Menurutnya, perdamaian menjadi titik awal bagi masyarakat Aceh untuk menata masa depan melalui pembangunan yang berkelanjutan.
"Sekarang ini zaman pembangunan Aceh, zaman bagaimana masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik," katanya.2. JK harap pemimpin Aceh prioritaskan pembangunan dan kualitas SDM

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) (IDN Times/Irfan Fathurohman) Jusuf Kalla berharap para pemimpin Aceh dapat terus memprioritaskan pembangunan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Aceh. Ia menilai pengalaman konflik Aceh menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia.
Ia mengungkapkan, berbagai konflik besar pada dasarnya dapat berawal dari rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, kondisi Aceh pada masa lalu tidak terlepas dari adanya ketimpangan antara kekayaan sumber daya alam dengan tingkat pembangunan yang dirasakan masyarakat.
"Semua konflik yang besar itu berasal daripada pikiran masyarakat, anggapan masyarakat ataupun perilaku kita yang tidak adil melihat Aceh yang kaya dengan sumber daya alam, tapi pembangunannya tidak seimbang dengan kekayaan Aceh," jelasnya.
Ia berharap pemerintah harus terus mengambil pelajaran dari perjalanan Aceh dengan menghadirkan keadilan pembangunan di seluruh daerah.
"Karena itu adalah pelajaran bagaimana pemerintah kita semua untuk menciptakan keadilan kepada daerah dan masyarakat," ujarnya.3. Jusuf Kalla ucapkan selamat ke pemerintah dan masyarakat Aceh

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an) Jusuf Kalla juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat dan pemerintah Aceh atas perjalanan panjang menuju perdamaian. Ia berharap perdamaian yang telah terjaga selama 21 tahun dapat menjadi fondasi bagi kemajuan Aceh di masa depan.
"Selamat kepada masyarakat dan pemerintah Aceh pada hari ini," ujarnya.



















