Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada Begal! Ini 8 Tips Aman dan Hindari Kejahatan di Jalan
Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Sepanjang 2026, tercatat 171 kasus kejahatan 3C di Jakarta dengan 103 tersangka diamankan, termasuk curat, curas, dan curanmor.
  • Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal yang siaga 24 jam di titik rawan untuk meningkatkan keamanan masyarakat.
  • Masyarakat diimbau waspada dengan menerapkan delapan tips pencegahan begal, mulai dari memilih rute aman hingga memanfaatkan fitur live location.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sepanjang periode 2026, terungkap ada 171 kasus kejahatan 3C dengan total 103 tersangka yang telah diamankan oleh kepolisian. Di antara ratusan kasus tersebut, terdapat 86 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 10 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), dan 75 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). 

Sebagai upaya memberantas begal, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imanuddin mengungkap bahwa pihaknya telah menyiapkan tim pemburu begal yang akan bekerja selama 24 jam. Mereka akan ditempatkan di titik-titik rawan begal.

“Kami sudah siapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam. Tim ini kami siagakan dan sebar pada titik-titik yang dinilai cukup rawan terjadi gangguan kejahatan jalanan guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ucap Iman dalam keterangan, Jumat (15/5/2026).  

Meski polisi telah menyiapkan Tim Pemburu Begal di sejumlah titik rawan, masyarakat juga perlu memahami langkah pencegahan agar terhindar dari aksi kejahatan tersebut.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari sekaligus menghadapi begal saat di jalan.


1. Jangan pilih rute yang sepi, terutama pada malam hari

ilustrasi berkendara di jalanan sepi (pexels.com/Wendy Wei)

Melansir laman resmi PID Polda Kepri, aksi kejahatan seperti begal umumnya terjadi pada pukul 23.00 hingga 04.00 pagi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari jalanan sepi maupun berhenti di lokasi yang minim penerangan saat malam hari.

Pengendara disarankan memilih rute yang ramai dilalui warga atau kendaraan serta memiliki pencahayaan yang memadai. Jika harus bepergian pada malam hari, sebaiknya tidak pergi sendirian dan usahakan berkendara secara berkelompok demi meningkatkan keamanan.


2. Periksa kendaraan sebelum pergi

Ilustrasi bengkel motor (pexels.com/ali huzeyfe ermiş)

Dikutip dari postingan akun Instagram resmi Humas Polda Jawa Barat, untuk menghindari mogoknya kendaraan di tengah jalan, usahakan untuk memeriksa keseluruhan kendaraan. 

Kondisi ini bisa membuat pengendara lengah sehingga lebih mudah bagi pelaku begal untuk melancarkan aksinya. 


3. Gunakan fitur live location dari ponsel

Ilutrasi share live location menggunakan Google maps (pixabay.com/Tobias Albers-Heinemann)

Sebelum bepergian, dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Humas Polres Sibolga, pengendara disarankan memanfaatkan fitur live location pada ponsel, seperti yang tersedia di aplikasi WhatsApp, lalu membagikannya kepada teman atau keluarga selama perjalanan berlangsung.

Hal ini bertujuan agar lokasi pengendara dapat dipantau secara real time oleh keluarga atau teman, sehingga memudahkan mereka memberikan bantuan apabila terjadi keadaan darurat atau situasi mencurigakan selama perjalanan.


4. Bawa alat untuk melindungi diri

ilustrasi semprotan merica (ngm.com.au)

Dilansir dari laman resmi PID Polda Kepri, sebagai antisipasi terhadap serangan begal, usahakan untuk membawa alat seperti alat kejut listrik (stun gun) atau semprotan merica. 

Alat-alat tersebut nantinya bisa digunakan untuk melindungi diri, terutama karena pelaku kejahatan begal biasanya memiliki senjata.  


5. Jangan memperlihatkan barang berharga

ilustrasi berkendara dengan bermain ponsel (pexels.com/Norma Mortenson)

Jika berkendara, terutama dengan motor, jangan menarik perhatian para pelaku begal dengan memperlihatkan barang-barang berharga seperti perhiasan atau ponsel.

Mengutip postingan Instagram resmi Humas Polda Jawa Barat, kejahatan begal sering kali terjadi saat korban tengah memegang ponsel di perjalanan.

6. Tetap waspada saat berkendara

ilustrasi naik mobil pribadi (unsplash.com/Art Markiv)

Saat berkendara, pengendara harus tetap fokus dan waspada jangan sampai melamun dan lengah. Terutama, jika ada motor yang mengikuti pengendara dalam jarak dekat dan waktu yang lama. 

Dilansir dari laman resmi PID Polda Kepri, salah satu sasaran empuk bagi begal adalah pengendara yang melamun dan berkendara dengan kecepatan konstan selama kurang lebih dari lima menit. 


7. Jangan mudah percaya pada orang yang tidak dikenal

Ilustrasi kena tilang (pexels.com/Kindel Media)

Dikutip dari postingan akun Instagram resmi Subdit Resmob Polda Metro Jaya, pelaku begal kerap menggunakan berbagai modus untuk mengelabui korban, mulai dari berpura-pura menanyakan alamat, memberitahu ban kendaraan kempes, mengatakan ada barang yang jatuh, hingga menyamar sebagai petugas atau korban kecelakaan.

Karena itu, pengendara diimbau untuk lebih waspada dan tidak menghentikan kendaraan, terutama saat berada di lokasi sepi atau minim penerangan

Jika menemui seseorang yang mengaku sebagai petugas, pastikan mereka menunjukkan surat tugas serta menggunakan atribut resmi dan lengkap guna menghindari tindak kejahatan bermodus penyamaran.


8. Cari pertolongan jika dibuntuti

Ilustrasi menelpon layanan 110 kepolisian (IDN Times/Ayu Afria)

Jika pengendara merasa dibuntuti atau dipepet oleh pelaku kejahatan, segera bunyikan klakson secara terus-menerus untuk menarik perhatian warga sekitar maupun pengendara lain.

Namun, apabila terpaksa berhenti, segera berteriak meminta pertolongan sekeras mungkin agar situasi dapat diketahui orang di sekitar.

Jika memungkinkan, segeralah untuk menghubungi pihak berwajib dengan call center 110 untuk mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian. 


Editorial Team