Jakarta, IDN Times - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur mengungkapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pernah mendatangi RSCM, Jakarta Pusat tempat aktivis Kontras, Andrie Yunus dirawat. Peristiwa itu terjadi dua hari usai insiden penyiraman air keras menimpa Andrie atau tepatnya Sabtu (14/3/2026). Namun, pihak dokter RSCM belum membolehkan Andrie dijenguk siapapun selain oleh keluarga.
"Waktu itu Wapres Gibran datang ke rumah sakit dua hari setelah peristiwa. Dia menunjukkan catatan tertulis, katanya itu juga pesan dari presiden. Tapi, bukan dokumen tertulis yang ada kop (surat)nya," ujar Isnur ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru' by IDN Times dan dikutip dari YouTube pada Jumat (3/4/2026).
Perintah dari Presiden Prabowo Subianto yang diklaim disampaikan lewat Gibran yaitu pertama Ketua Umum Partai Gerindra itu berempati dan menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa yang menimpa Andrie. Kedua, Prabowo disebut mengutuk peristiwa penyiraman air keras dan ketiga, berkomitmen untuk mengusut upaya pembunuhan tersebut.
"Wapres juga menyampaikan pemerintah akan meng-cover seluruh biaya pengobatan Andrie. Tapi, kalau sempat menjanjikan akan mengusut secara tuntas, maka itu ucapan yang harus dibuktikan. Bukan sekadar omon-omon dari presiden," tutur dia.
Ia menambahkan bila betul Prabowo berkomitmen untuk mengungkap peristiwa teror yang menimpa Andrie maka hal tersebut tak sulit dilakukan. Prabowo, kata Isnur memiliki kekuasaan penuh sebagai presiden untuk menagih proses pengusutan kasusnya.
"Harusnya kan semua dibuka. Termasuk presiden bisa menanyakan kabar sejauh mana jabatan-jabatan yang memang sekarang dalam komandonya bertanggung jawab. Jadi, bukan hanya Kabais yang dipublikasikan sudah dicopot dari jabatannya," katanya.
