Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yusril Raih Gelar Doktor Filsafat dari UI: Perluas Cara Pandang Hukum-Politik
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra usai mengikuti ujian doktor ilmu filsafat di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Kamis (2/7/2026.) (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Yusril Ihza Mahendra resmi meraih gelar doktor filsafat di Universitas Indonesia setelah lima tahun meneliti pemikiran politik Mohammad Natsir tentang relasi agama dan negara.
  • Ia bersyukur dapat menyelesaikan studi di usia matang, melengkapi perjalanan akademiknya setelah menjadi profesor hukum dan doktor ilmu politik dengan dukungan penuh dari keluarga.
  • Menurut Yusril, filsafat memperluas cara pandangnya dalam menganalisis persoalan hukum dan politik serta memperkuat kemampuan argumentasi untuk memecahkan masalah kenegaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 Juli 2026

Yusril Ihza Mahendra menyelesaikan ujian doktor filsafat di Universitas Indonesia dan resmi meraih gelar doktor dengan disertasi tentang pemikiran politik Mohammad Natsir.

kini

Yusril berencana merevisi disertasinya sebelum diterbitkan dalam bentuk buku dan versi digital agar dapat dibaca masyarakat luas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Yusril Ihza Mahendra meraih gelar doktor filsafat setelah mempertahankan disertasi tentang pemikiran politik Mohammad Natsir mengenai relasi agama dan negara di Universitas Indonesia.
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, bersama tim penguji dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
  • Where?
    Ujian terbuka dilaksanakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026.
  • Why?
    Yusril menyelesaikan studi filsafat untuk melengkapi perjalanan akademiknya serta memperluas cara pandang dalam menganalisis persoalan hukum dan politik secara lebih menyeluruh.
  • How?
    Ia menempuh program doktor selama lima tahun sambil menjalankan tugas sebagai pejabat negara dan berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji UI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Yusril baru saja jadi doktor filsafat di Universitas Indonesia. Ia belajar tentang pikiran Mohammad Natsir soal agama dan negara. Ia belajar lima tahun sambil tetap kerja. Sekarang ia senang sekali karena sudah selesai kuliah itu. Katanya, ilmu filsafat bisa bantu dia berpikir lebih luas dan kuat saat memecahkan masalah hukum dan politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan Yusril Ihza Mahendra meraih gelar doktor filsafat menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan meski di tengah kesibukan sebagai pejabat negara. Upayanya meneliti pemikiran politik Mohammad Natsir memperlihatkan semangat intelektual untuk memahami hubungan agama dan negara secara lebih mendalam, sekaligus memperkaya cara pandang hukum dan politik dengan pendekatan filosofis yang menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, meraih gelar doktor filsafat setelah menyelesaikan program doktor bidang filsafat dengan mempertahankan disertasinya tentang pemikiran politik Mohammad Natsir mengenai relasi agama dan negara.

Yusril mengatakan, penyelesaian studi tersebut menjadi pencapaian yang telah lama dia targetkan. Disertasinya disusun selama lima tahun di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai pejabat negara.

Menurut Yusril, dia memilih mengkaji pemikiran Mohammad Natsir karena menilai tokoh tersebut merupakan salah satu pemikir penting dalam sejarah Indonesia, khususnya tentang hubungan agama dan negara.

"Saya mengikuti program doktor di bidang filsafat ini selama lima tahun dan baru menyelesaikannya pada hari ini karena memang saya tidak terlalu fokus menulis. Kuliah fokus, nulisnya agak terbengkalai karena sibuk banyak kegiatan," kata Yusril usai mengikuti ujian doktor ilmu filsafat di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Kamis (2/7/2026).

1. Tuntaskan studi doktor kembali di usia yang tak lagi muda

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra usai mengikuti ujian doktor ilmu filsafat di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Kamis (2/7/2026.) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengaku bersyukur dapat menuntaskan studi doktor pada usia yang tidak lagi muda. Yusril juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang mendukung proses penyusunan disertasinya hingga selesai.

Menurut dia, studi filsafat melengkapi perjalanan akademiknya setelah sebelumnya meraih gelar profesor di bidang hukum dan doktor ilmu politik.

"Politik dan hukum saya sudah selesai, sudah jadi guru besar, sudah doktor di politik. Tapi saya belum menyelesaikan sampai ke ujung pelajaran filsafat saya itu dan hari ini saya selesaikan," ujar dia.

2. Ilmu ini perkaya cara pandang analisis masalah hukum hingga negara

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra usai mengikuti ujian doktor ilmu filsafat di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Kamis (2/7/2026.) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Yusril mengatakan, ilmu filsafat akan memperkaya cara pandangnya dalam menganalisis persoalan hukum, politik, maupun kehidupan bernegara. Menurut dia, suatu persoalan tidak dapat dipahami hanya dari satu disiplin ilmu.

"Filsafat sebenarnya mengajari saya melihat sesuatu itu secara menyeluruh, secara integral," kata dia.

3. Perkuat argumentasi dan pecahkan masalah dengan belajar filsafat

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dia juga menilai pembelajaran filsafat mampu meningkatkan kemampuan analisis dan memperkuat argumentasi dalam memecahkan persoalan. Setelah dinyatakan lulus, Yusril mengatakan akan merevisi sejumlah bagian disertasinya sebelum diterbitkan agar dapat dibaca masyarakat luas dalam bentuk buku maupun versi digital.

Curated For You

Editorial Team

Related Article