TNI Benarkan Pesawat di Lapangan Terbang Yahukimo Dibakar OPM

- Sebuah pesawat perintis milik PT AMA dibakar di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan pada 2 Juli 2026, dan diduga dilakukan oleh kelompok OPM.
- Pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia, sementara tujuh penumpang yang merupakan Orang Asli Papua berhasil selamat dan dalam kondisi aman.
- Aparat TNI bersama pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk memastikan kronologi kejadian serta memantau situasi keamanan di lokasi insiden.
Jakarta, IDN Times - Media sosial dihebohkan dengan kabar terjadinya pembakaran terhadap sebuah pesawat terbang di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis (2/7/2026) pagi. Kabar tersebut dibarengi dengan sebuah video berdurasi singkat yang menampilkan sebuah pesawat hangus terbakar.
"Dilaporkan terjadi pembakaran pesawat AMA PK-RCY yang dipiloti Cap. Mark di kampung Ipdeheik, Balingga distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada 2 Juli 2026 pukul 9.15 waktu Papua. Sementara, dari informasi yang beredar pilot dilaporkan meninggal dunia," demikian bunyi sebuah postingan di akun media sosial X (Twitter).
1. Dikonfirmasi Kodam XVII/Cenderawasih

Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan terjadinya insiden pembakaran pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY di Lapangan Terbang Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan, berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut diduga dibakar oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah mendarat di lokasi.
Pesawat diketahui melaksanakan penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Balinggama dengan membawa tujuh orang penumpang.
"Informasi awal mengenai kejadian ini diperoleh dari Manajer PT AMA, Bapak Mario, yang melaporkan insiden tersebut kepada PPK Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena," ujar Kapendam dalam keterangannya.
2. Seorang pilot WNA dikabarkan tewas, seluruh penumpang selamat

Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F Goselin alias Mark, warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia. Namun demikian, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang.
Sementara itu, tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman.
3. Aparat masih terus berkoordinasi

Kapendam menegaskan, hingga saat ini aparat masih terus melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi, termasuk memastikan kronologi kejadian, kondisi para penumpang, serta perkembangan situasi keamanan di lokasi.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Perkembangan situasi di lapangan juga terus kami pantau," kata Kolonel Tri Purwanto.
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat penerbangan perintis merupakan salah satu sarana vital yang menghubungkan wilayah-wilayah pedalaman Papua dengan pusat layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, serta distribusi logistik.
Kapendam juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sambil menunggu hasil penyelidikan resmi.
















