Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
13 Orang Tewas karena Badai, Chile Umumkan Keadaan Darurat
ilustrasi bendera Chile (unsplash.com/gcalquin)

Jakarta, IDN Times - Presiden Chile, Jose Antonio Kast mengumumkan keadaan darurat imbas bencana badai. Kebijakan ini hanya diterapkan di Provinsi Coquimbo dan Huasco selama 30 hari untuk mengatasi dampak bencana alam. 

Sementara itu, badai dan hujan deras diduga imbas fenomena El Nino, telah menghantam Chile bagian tengah. Alhasil, sejumlah rumah warga rusak dan jalan terpaksa ditutup imbas terjangan banjir bandang. 

1. Kast sebut situasi di Coquimbo semakin mengkhawatirkan

Presiden Chile, Jose Antonio Kast. (Presidencia de la República de Costa Rica, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kast menyebut bahwa penetapan keadaan darurat ini penting dalam proses penyelamatan warga. Ia memperingatkan bahwa kemungkinan korban masih akan bertambah. 

“Situasi di Coquimbo dan Huasco masih mengkhawatirkan. Dengan ini, kami akan memperbolehkan penerjunan personel militer ke area terdampak untuk menangani bencana dan mengirimkan sumber daya dan bantuan,” tuturnya, dikutip dari Mercopress, Sabtu (25/7/2026).

Hingga kini, korban tewas akibat bencana badai di Chile ini mencapai 13 orang. Sedangkan 4 orang diketahui masih hilang dan hampir 65 ribu penduduk terdampak bencana kali ini. 

2. Sebanyak 1.100 rumah hancur imbas badai

ilustrasi banjir (unsplash.com/jimgade)

Badan Penanganan dan Penanggulangan Bencana Chile (Senapred) mengatakan bahwa lebih dari 1.100 rumah hancur dan rusak parah. Sedangkan sekitar 2.200 orang terdampak bencana kali ini dengan lebih dari 33 ribu orang masih terisolasi di Atacama. 

Kementerian Energi Chile menyebut, sekitar 150 ribu orang belum mendapatkan akses listrik imbas badai ini. Akibatnya, seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah juga terpaksa diliburkan sementara waktu. 

3. Iklim di Chile tidak menentu dalam beberapa hari

suasana Santiago, Chile dari ketinggian (unsplash.com/chalogallardo)

Wakil Menteri Dalam Negeri Chile, Maximo Pavez mengatakan bahwa iklim di Chile tidak menentu dalam beberapa hari terakhir. Sudah terjadi hujan deras, banjir, angin kencang , badai salju di 10 dari 16 wilayah di negara Amerika Selatan tersebut. 

“Apa yang umumnya turun dalam sebulan kini turun dalam 1 jam saja dan membuatnya seperti yang terjadi di Coquimbo saat ini,” tuturnya, dikutip dari UPI.

Seperti yang terjadi di ibu kota Santiago yang mana hujan setebal 4,01 inchi terjadi dalam 3 hari. Jumlah ini lebih dari rerata hujan selama lebih dari 1 bulan pada Juli dan menjadi yang tertinggi sejak 2002. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article