Banjir dan Longsor Chile Tewaskan 13 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Jakarta, IDN Times - Hujan deras melanda sejumlah wilayah di Chile pada Selasa (21/7/2026). Bencana ini memicu banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur yang menewaskan sedikitnya 13 orang serta memaksa ribuan warga mengungsi.
Pemerintah Chile telah mengerahkan tim darurat untuk mengevakuasi korban dan menyalurkan bantuan. Selain itu, pemerintah menyiapkan sanksi bagi perusahaan listrik yang dinilai lambat memulihkan jaringan energi.
1. Korban jiwa dan pencarian warga hilang
Otoritas Penanggulangan Bencana Chile mengonfirmasi 13 orang meninggal dunia akibat hujan deras. Sementara itu, tim penyelamat masih mencari tujuh warga yang dilaporkan hilang.
Curah hujan yang tinggi meningkatkan risiko banjir susulan dan tanah longsor. Kondisi tanggul serta bantaran sungai kian melemah, sehingga warga di daerah rawan diminta tetap waspada.
"Saluran dan bantaran sungai melemah akibat hujan beberapa hari terakhir. Karena itu, permukaan air di beberapa wilayah masih berpotensi naik," kata Kepala Kantor Darurat Senapred Chile, Alicia Cebrian.
Tim penyelamat terus memantau wilayah berisiko tinggi untuk mencegah timbulnya korban tambahan.
2. Kerusakan rumah dan penutupan sekolah
Pemerintah mencatat 81 rumah hancur dan 2.761 rumah rusak akibat bencana ini. Dampaknya, sebanyak 2.281 warga terpaksa pindah ke tempat penampungan darurat.
Kegiatan belajar mengajar di empat wilayah terdampak juga dihentikan sementara karena banjir merendam jalan dan lingkungan sekolah. Pemerintah akan mengevaluasi pembukaan sekolah setelah situasi dipastikan aman.
"Prioritas utama saat ini adalah mengoordinasikan penanganan di Wilayah Coquimbo dan Provinsi Huasco. Menteri Dalam Negeri akan segera mengambil langkah penanganan," kata Presiden Chile, José Antonio Kast, dilansir Radio Universidad de Chile.
Pemerintah juga menetapkan status darurat di sejumlah wilayah untuk mempercepat penanganan bencana dan penyaluran bantuan.
3. Rencana sanksi untuk perusahaan listrik
Cuaca ekstrem ini menyebabkan sekitar 87 ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik. Gangguan pasokan listrik tersebut juga memaksa sejumlah perusahaan tambang mengurangi aktivitas operasional mereka.
Pemerintah menilai pemulihan pasokan listrik berjalan lambat. Oleh karena itu, otoritas akan memberikan sanksi kepada distributor listrik yang tidak memenuhi kewajibannya saat situasi darurat.
"Dalam situasi darurat, penyedia layanan wajib bersiap dan memulihkan listrik secepat mungkin. Namun, hal itu belum terlihat saat ini," kata Menteri Dalam Negeri Chile, Claudio Alvarado.
Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat pemulihan aliran listrik warga sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan menghadapi bencana di masa depan.


















