Jakarta, IDN Times - Dua bulan setelah banjir dan tanah longsor dahsyat melanda wilayah perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus 2026, upaya pemulihan masih menghadapi tantangan besar. Bencana tersebut menewaskan 1.457 orang di Nepal, sementara lebih dari 5.200 orang masih dinyatakan hilang. Di China, 43 orang dilaporkan tewas dan sekitar 510 lainnya belum ditemukan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan proses pemulihan dan rekonstruksi Nepal membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun, dengan biaya mencapai lebih dari 4,7 miliar dolar AS (sekitar Rp85,3 triliun). Sementara itu, ribuan warga masih mengungsi, akses ke sejumlah wilayah terputus, dan kerusakan infrastruktur menghambat distribusi bantuan serta pemulihan mata pencaharian.
