Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Pernyataan bersama yang dibacakan oleh Abdullatif Al-Zayani mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan segera. Koalisi menegaskan agar kapal-kapal diizinkan melintas dengan aman sesuai dengan hukum internasional, tanpa pengenaan tarif, persyaratan khusus, maupun pungutan liar. “Tindakan Iran di Selat Hormuz terus mengancam keamanan internasional serta hak dan kebebasan navigasi,” demikian isi pernyataan bersama tersebut.
Pembatasan perlintasan di koridor energi strategis tersebut telah mengganggu arus maritim sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Terkait dampak yang ditimbulkan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada bulan lalu telah memperingatkan bahwa hambatan perdagangan barang dan pangan berisiko memicu kenaikan harga, memperburuk kelaparan, dan membuat panen global lebih buruk. Terkait upaya penyelesaian krisis di kawasan, Al-Zayani menyampaikan bahwa solusi politik merupakan jalan terbaik ke depan.
Koalisi menekankan bahwa pelayaran komersial dan para pelaut tidak boleh dijadikan alat penekan. “Pelayaran komersial dan para pelaut tidak boleh dijadikan alat penekan, dan kami mengecam tindakan Iran yang membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” bunyi pernyataan tersebut. Al-Zayani menambahkan bahwa ancaman terhadap navigasi maritim tetap nyata dan terus meningkat meski isu tersebut telah mereka suarakan lima bulan lalu.