Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
81 Warga Prancis Terinfeksi Salmonella dari Biji Labu Olahan
Ilustrasi biji labu (magnific.com/jcomp)
  • Prancis mengonfirmasi 81 kasus Salmonella enteritidis dari Mei hingga Agustus 2026; enam pasien dirawat di rumah sakit, dua di IGD, dan seluruhnya telah pulih.
  • Penyelidikan Santé publique France dan Institut Pasteur melacak sumber kontaminasi ke biji labu olahan dari pabrik di Lot-et-Garonne, barat daya Prancis.
  • Produsen menarik dan menghentikan distribusi biji labu serta produk campuran di sejumlah ritel; konsumen diminta tidak mengonsumsinya dan memeriksakan diri bila bergejala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis mengonfirmasi adanya wabah bakteri Salmonella yang menjangkiti 81 warga di berbagai wilayah pada Jumat (4/9/2026). Temuan keracunan makanan berskala nasional ini memicu penyelidikan intensif lintas kementerian untuk melacak rantai penularan patogen tersebut.

Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian kini berkoordinasi ketat guna mencegah meluasnya angka infeksi. Sebagai langkah pencegahan utama, peredaran produk biji labu kemasan yang diduga kuat menjadi sumber penularan mulai ditarik dan dibatasi.

1. Puluhan warga terinfeksi bakteri Salmonella

Kasus infeksi Salmonella ini terdeteksi dari sampel yang dikumpulkan pada periode 3 Mei hingga 12 Agustus 2026. Akibat infeksi tersebut, enam pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit dan dua lainnya ditangani di instalasi gawat darurat (IGD). Kendati demikian, seluruh pasien kini dilaporkan telah pulih.

“Kementerian telah mengidentifikasi kelompok genomik Salmonella enteritidis yang hingga saat ini mencakup 81 kasus infeksi dari strain yang sama,” ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan Prancis, dilansir The Star.

Paparan bakteri ini memicu gejala gangguan pencernaan akut pada penderitanya, seperti demam tinggi, diare, dan kram perut.

2. Sumber pencemaran berasal dari pabrik pengolahan biji labu

Penyelidikan yang dilakukan oleh badan kesehatan Santé publique France bersama Institut Pasteur berhasil melacak rantai pasokan pangan bermasalah. Hasil analisis epidemiologis menunjukkan bahwa sumber kontaminasi berasal dari biji labu olahan sebuah pabrik industri di wilayah barat daya Prancis.

Tim pengawas dari Direktorat Perlindungan Populasi juga telah menginspeksi fasilitas pemrosesan biji-bijian di Departemen Lot-et-Garonne. Pemeriksaan tersebut difokuskan pada lini produksi guna menemukan titik awal penyebaran bakteri.

“Investigasi membuktikan bahwa sumber infeksi berasal dari biji labu yang dipasok oleh pabrik pengolahan di Lot-et-Garonne,” jelas perwakilan Kementerian Pertanian dan Kedaulatan Pangan Prancis.

3. Penarikan produk dilakukan di berbagai jaringan ritel

Pihak produsen secara sukarela telah menghentikan distribusi dan menarik komoditas biji labu tersebut dari pasaran. Penghentian penjualan ini berlaku di sejumlah gerai supermarket besar, termasuk jaringan ritel Grand Frais. Penarikan mencakup produk kemasan biji labu murni hingga varian campuran aneka biji-bijian.

“Konsumen diimbau untuk tidak mengonsumsi maupun menggunakannya, dan segera mengembalikan produk yang telah dibeli ke tempat penjualan,” tegas petugas pengawas konsumen Pemerintah Prancis.

Warga yang mengalami gejala sakit dalam waktu 6 hingga 72 jam setelah mengonsumsi camilan itu diminta untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Sementara itu, jaringan toko bahan pangan organik dipastikan aman dan tidak terpengaruh oleh peredaran produk bermasalah ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article