Wabah Salmonella di AS, Jutaan Lusin Telur Kini Ditarik Massal

- Midwest Poultry Services menarik sukarela sekitar 1,6 juta lusin telur setelah Salmonella Enteritidis terdeteksi di dua fasilitas peternakan Texas dan dikonfirmasi uji laboratorium independen.
- Wabah Salmonella telah menginfeksi sedikitnya 98 orang di 17 negara bagian, dengan 26 orang dirawat di rumah sakit; FDA mengumumkan penarikan pada 22 Juli 2026.
- Telur terdampak beredar di sejumlah negara bagian dengan merek termasuk Kroger dan Cal-Maine; konsumen diminta memeriksa label, membuang produk sesuai kode, serta membersihkan peralatan dapur.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi masalah serius terkait keamanan pangan setelah jutaan karton telur ditarik dari pasaran secara massal. Langkah darurat ini diambil setelah adanya temuan potensi kontaminasi bakteri Salmonella yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk segera memeriksa kulkas mereka guna menghindari infeksi bakteri tersebut.
Produsen telur Midwest Poultry Services secara sukarela menarik sekitar 1,6 juta lusin telur (setara hampir 19 juta butir) menyusul pengumuman resmi dari FDA pada 22 Juli 2026. Langkah ini diambil seiring penyelidikan otoritas kesehatan terhadap wabah Salmonella yang telah menginfeksi sedikitnya 98 orang di 17 negara bagian, di mana 26 korban di antaranya harus dirawat di rumah sakit.
1. Penyebab utama penarikan jutaan karton telur

Langkah penarikan produk ini berawal dari pemantauan berkala yang dilakukan oleh pihak produsen. Midwest Poultry Services mendeteksi adanya bakteri Salmonella Enteritidis di dua fasilitas peternakan mereka di Texas. Hasil uji laboratorium independen kemudian memperkuat temuan kontaminasi lingkungan tersebut.
Dilansir CBS News, perusahaan tersebut memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi telur segar dari peternakan terkait. Bakteri Salmonella ini tergolong cukup berbahaya karena tidak hanya dapat mencemari permukaan luar cangkang, melainkan juga mampu menembus hingga ke bagian kuning dan putih telur di dalamnya. Hingga saat ini, proses investigasi mendalam masih terus berjalan demi memastikan keselamatan konsumen.
2. Wilayah persebaran dan daftar merek telur yang terdampak

Jutaan telur yang ditarik ini telah didistribusikan ke berbagai supermarket besar di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Berdasarkan laporan resmi, wilayah pemasaran utama telur ini mencakup Texas, Oklahoma, dan Louisiana. Selain itu, beberapa retail di Arkansas, Mississippi, dan New Mexico juga turut menerima pasokan telur tersebut.
Dilansir NBC News, telur-telur bermasalah ini dijual dengan berbagai merek populer seperti Kroger, Simple Truth, Brookshire's, Cal-Maine, dan Country Morning. Produk yang terdampak memiliki tanggal kedaluwarsa antara tanggal 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Konsumen sangat disarankan untuk memeriksa label pada kemasan mereka guna memastikan apakah terdapat kode produksi P-1950 atau 0840962, dengan rentang nomor Julian Date antara 157 hingga 184. Jika menemukan kecocokan, produk tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi.
3. Gejala infeksi dan cara menjaga keamanan makanan

Infeksi bakteri Salmonella umumnya memicu gangguan pencernaan yang cukup mengganggu aktivitas harian. Gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita adalah diare, demam tinggi, dan kram perut yang hebat. Pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, infeksi ini bisa memicu komplikasi yang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengimbau warga untuk segera membuang telur yang dicurigai terkontaminasi. Selain itu, seluruh peralatan dapur yang sempat bersentuhan dengan telur tersebut harus dicuci bersih menggunakan air hangat dan sabun. Memasak telur hingga benar-benar matang sempurna juga menjadi langkah krusial untuk membunuh bakteri patogen.
Pemerintah setempat bersama pihak produsen terus berkoordinasi guna memastikan seluruh produk berbahaya ditarik sepenuhnya dari rantai pasok. Kesadaran masyarakat dalam memeriksa bahan makanan di rumah menjadi kunci utama untuk mencegah meluasnya penularan wabah ini.





















