Salmonella Merebak, AS Tarik 19 Juta Telur dari 6 Negara Bagian

- FDA menaikkan penarikan 19 juta telur produksi Midwest Poultry Services menjadi Risiko Kelas 1 karena dugaan kontaminasi Salmonella Enteritidis yang berpotensi menyebabkan sakit serius hingga kematian.
- Telur dari dua peternakan Texas, dikemas 6 Juni-3 Juli 2026, didistribusikan ke Kroger dan Brookshire di enam negara bagian; konsumen diminta mengecek kode P-1950 atau 0840962 serta Julian 157-184.
- Konsumen diminta tidak mengonsumsi telur terdampak, mengembalikannya untuk refund, serta membersihkan permukaan dapur dan kulkas yang tersentuh telur guna mencegah kontaminasi silang.
Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meningkatkan status penarikan 19 juta butir telur ke tingkat risiko tertinggi pada Sabtu (15/8/2026). Penetapan status darurat ini dilakukan menyusul potensi kontaminasi bakteri Salmonella Enteritidis yang dapat berakibat fatal.
Penarikan sukarela oleh produsen berdampak pada rantai pasokan bahan pangan di enam negara bagian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat segera memeriksa pasokan telur di rumah guna mengantisipasi infeksi serius.
1. FDA tetapkan penarikan telur ke Tingkat Risiko Kelas 1
FDA mengategorikan penarikan 1,58 juta lusin telur produksi Midwest Poultry Services sebagai Penarikan Kelas 1. Klasifikasi ini diterbitkan untuk mempercepat penghentian edar di jaringan ritel demi melindungi kelompok masyarakat rentan, seperti anak-anak dan lansia.
"Paparan produk ini berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius hingga kematian," kata perwakilan FDA.
Produsen menegaskan penarikan produk sudah dilakukan sebelum klasifikasi resmi dikeluarkan. Infeksi Salmonella Enteritidis berisiko menyebar ke aliran darah dan memicu komplikasi organ dalam.
"Penarikan ini kami lakukan secara sukarela sebagai bentuk kehati-hatian demi menjaga keselamatan konsumen," ujar pihak Midwest Poultry Services.
2. Distribusi produk dan cara identifikasi kode telur
Puluhan juta telur terkontaminasi berasal dari dua peternakan di Texas yang dikemas antara 6 Juni hingga 3 Juli 2026. Produk ini telah terdistribusi ke toko ritel seperti Kroger dan Brookshire Grocery di enam negara bagian.
Masalah ini terdeteksi lewat pemeriksaan kualitas internal produsen. Konsumen diminta memeriksa kode fasilitas P-1950 atau 0840962 serta tanggal Julian 157 sampai 184 pada samping kemasan.
"Kami mengimbau konsumen tidak mengonsumsi telur tersebut dan segera mengembalikannya ke toko untuk pengembalian dana penuh," kata pihak Midwest Poultry Services.
3. Penanganan kontaminasi silang dan apresiasi deteksi dini
Bakteri Salmonella juga dapat berpindah ke permukaan dapur dan lemari pendingin. Pembersihan area yang tersentuh telur menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran bakteri ke bahan makanan lain.
"Langkah terpenting adalah membersihkan seluruh permukaan tempat penyimpanan yang pernah tersentuh telur," ujar profesor Northeastern University, Darin Detwiler.
Pakar keselamatan pangan memuji sistem pengawasan internal produsen yang menghentikan edar produk sebelum memicu wabah luas. Langkah proaktif ini dinilai efektif melindungi masyarakat.
"Sistem pemeriksaan internal terbukti bekerja baik karena menemukan bakteri sebelum ada warga yang jatuh sakit," kata pengacara keselamatan pangan, Bill Marler.




















