Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Abdul El-Sayed Samakan Dirinya dengan JFK soal Tuduhan Loyalitas Ganda
John F. Kennedy (commons.wikimedia.org/U.S. Junior Chamber of Commerce) | Abdul El-Sayed (x.com/AbdulElSayed)
  • Calon senator Michigan dari Demokrat, Abdul El-Sayed, menolak dugaan loyalitas ganda karena Muslim dan menegaskan Konstitusi AS menjamin kebebasan beragama.
  • El-Sayed menyamakan pertanyaan soal kesetiaannya dengan pengalaman John F. Kennedy sebagai Katolik, serta menegaskan pencalonannya untuk mewakili Michigan, bukan identitas agama.
  • Polemik dipicu unggahan saudari tirinya tentang aktivisme ibu mereka di Ikhwanul Muslimin pada 1970-an; El-Sayed berulang kali membantah memiliki hubungan dengan organisasi tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Calon senator Michigan dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, membandingkan dirinya dengan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy saat menanggapi pertanyaan soal dugaan keterlibatan keluarganya dengan Ikhwanul Muslimin.

Dalam wawancara dengan saluran televisi MS NOW pada Sabtu (17/10/2026), El-Sayed menilai anggapan bahwa dirinya mempunyai loyalitas ganda lantaran beragama Islam sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

1. El-Sayed menegaskan dukungannya terhadap kebebasan beragama

Abdul El-Sayed (commons.wikimedia.org/U.S. Senate Committee on Health, Education, Labor and Pensions)

Dilansir Mediaite, El-Sayed menegaskan bahwa Konstitusi AS menjamin kebebasan beragama bagi dirinya dan seluruh warga Amerika. Sebagai seorang muslim, ia memahami betapa "pentingnya" hal itu karena hak-haknya sendiri "terus-terusan terancam".

"Sungguh tidak masuk akal jika berasumsi bahwa saya mempunyai loyalitas ganda, sebagai seseorang yang dengan gigih memperjuangkan hak untuk memilih, memperjuangkan hak-hak LGBTQ, memperjuangkan kebebasan beragama, serta memperjuangkan hak-hak orang yang memilih untuk tidak berdoa," tutur El-Sayed.

2. El-Sayed membandingkan dirinya dengan John F. Kennedy

El-Sayed mengatakan pertanyaan perihal Ikhwanul Muslimin, terorisme, dan islamisme radikal menyiratkan bahwa kesetiaannya kepada AS patut dipertanyakan.

Ia membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman Kennedy yang pernah ditanya apakah kesetiaannya sebagai presiden akan berpihak kepada Konstitusi AS atau Paus dan Vatikan lantaran ia beragama Katolik. El-Sayed menegaskan bahwa dirinya mencalonkan diri untuk menjadi senator dari Michigan, bukan sekadar menjadi senator muslim pertama di AS.

Melalui unggahan di X, El-Sayed kembali menyinggung Kennedy dan mantan Presiden AS Barack Obama. Ia menulis bahwa keduanya pernah menghadapi anggapan bahwa AS tidak akan memilih presiden Katolik atau presiden kulit hitam.

"Warga Michigan jauh lebih peduli pada apa yang saya doakan daripada bagaimana saya berdoa: perdamaian, martabat, dan kebaikan mendasar bagi semua anak-anak kita," tulisnya. 

3. El-Sayed berulang kali membantah punya hubungan dengan Ikhwanul Muslimin

Abdul El-Sayed (x.com/AbdulElSayed)

Polemik ini bermula dari beberapa cuitan lama saudari tiri El-Sayed, Eman Abdelhadi, pada 2012 dan 2013 silam mengenai keterlibatan keluarga mereka dengan Ikhwanul Muslimin menjadi sorotan publik. Abdelhadi merupakan profesor madya di Universitas Chicago dan memiliki ibu yang sama dengan El-Sayed. 

Dalam salah satu unggahannya, Abdelhadi menulis bahwa ia melakukan percakapan dengan ibunya, Fatten Elkomy, perihal aktivisme sang ibu di Ikhwanul Muslimin pada awal 1970-an, ketika masih berkuliah di Universitas Alexandria. 

Sebelumnya, El-Sayed juga telah membantah punya hubungan dengan organisasi itu dalam wawancara Meet the Press pada 11 Oktober 2026.

Beberapa hari kemudian, ia kembali menanggapi pertanyaan mengenai unggahan saudari tirinya di X dalam wawancara dengan pembawa berita NBC Nightly News, Tom Llamas. El-Sayed mengatakan dirinya lahir dan dibesarkan di Michigan serta tidak memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.

Ia juga menyebut pertanyaan mengenai aktivitas keluarganya di Mesir pada 1970-an tidak relevan dengan dirinya. El-Sayed menegaskan bahwa ia tidak pernah membicarakan hal tersebut dengan ibunya dan tidak dibesarkan oleh sang ibu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article