Senator AS Desak Penyelidikan Serangan Rudal di Sekolah Iran

- Enam senator Demokrat AS mendesak penyelidikan independen atas serangan udara di sekolah dasar Minab, Iran, yang menewaskan 168 anak dan 14 guru pada Februari 2026.
- Bukti video menunjukkan kemungkinan penggunaan rudal jelajah Tomahawk milik AS dalam serangan tersebut, memicu dugaan keterlibatan pasukan Amerika di dekat fasilitas militer Iran.
- Presiden Donald Trump menyalahkan Iran atas tragedi itu, sementara pakar internasional menilai serangan terhadap sekolah aktif sebagai pelanggaran serius hukum internasional.
Jakarta, IDN Times - Enam senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) mendesak penyelidikan independen atas serangan udara di sebuah sekolah dasar di Minab, Iran. Serangan pada Februari lalu itu menewaskan sedikitnya 168 anak-anak dan 14 guru.
Desakan muncul pada Senin (9/3/2026), setelah beredarnya bukti video yang menunjukkan kemungkinan penggunaan rudal jelajah Tomahawk milik AS di dekat fasilitas militer setempat. Insiden memicu kekhawatiran para pembuat kebijakan terkait lonjakan jumlah korban sipil dalam perang AS-Israel melawan Iran.
1. Desak Pentagon luncurkan penyelidikan transparan

Para senator yang dipimpin oleh tokoh seperti Elizabeth Warren dan Brian Schatz merilis pernyataan gabungan. Mereka menuntut tinjauan yang komprehensif dan tidak memihak dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
"Pembunuhan anak-anak sekolah sangat mengerikan dan tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," kata para senator, dilansir Al Jazeera.
Tragedi ini dinilai bisa menjadi salah satu kasus korban sipil terburuk akibat aksi militer AS di wilayah Timur Tengah. Kekhawatiran para senator AS ini juga dipicu oleh pendekatan Hegseth yang dianggap terlalu longgar terhadap aturan pelibatan militer.
Hegseth bahkan sesumbar tentang pemberian otoritas maksimum untuk melancarkan serangan paling mematikan ke wilayah Iran. Pendekatan agresif ini memicu kekhawatiran akan semakin banyaknya kehancuran fasilitas sipil akibat konflik.
2. Serangan diduga menggunakan rudal Tomahawk

Investigasi independen dari berbagai media memperkuat dugaan keterlibatan pasukan AS dalam serangan di Minab. Sebuah video yang diverifikasi memperlihatkan amunisi yang menghantam pangkalan Garda Revolusi Iran (IRGC) tepat di sebelah area sekolah.
"Amunisi tersebut sesuai dengan karakteristik visual rudal jelajah Tomahawk," jelas peneliti di James Martin Center, Sam Lair, dilansir CNN.
Rekaman tersebut diambil dari sebuah lokasi konstruksi yang berjarak sekitar 250 meter dari titik serangan. Kepulan asap tebal terlihat langsung membubung dari arah sekolah dasar Shajareh Tayyiba sesaat setelah hantaman rudal.
Menurut analis, hanya militer AS yang mengoperasikan rudal Tomahawk dalam perang ini. Senjata presisi ini umumnya diluncurkan dari kapal permukaan atau kapal selam milik Angkatan Laut AS.
3. Trump salahkan Iran atas tragedi di Minab

Serangan di Minab terjadi saat gelombang awal serangan gabungan AS dan Israel di wilayah selatan Iran. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, total korban tewas sejak awal perang telah menembus angka 1.255 orang.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru menuduh Iran sebagai dalang pengeboman sekolah di Minab. Trump mengklaim bahwa senjata milik Iran sangat tidak akurat dan menjadi penyebab tragedi itu. Pejabat Pentagon menyatakan bahwa mereka masih terus menyelidiki insiden berdarah di fasilitas pendidikan tersebut. Di sisi lain, pakar internasional mengutuk serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
"Serangan terhadap sekolah yang sedang beroperasi selama jam pelajaran menimbulkan kekhawatiran serius terkait pelanggaran hukum internasional dan harus segera diselidiki secara independen dan efektif," kata mereka.
















