Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Adik Kim Jong Un Dapat Promosi di Kongres Partai Buruh Korut, Dinasti Makin Kuat
Potret Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (dok.KCNA via twitter @nknewsorg)
  • Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, resmi dipromosikan menjadi direktur penuh departemen dalam Partai Buruh Korea, memperkuat posisi keluarga Kim di lingkar kekuasaan tertinggi.
  • Kongres ke-9 Partai Buruh Korea digelar di Pyongyang untuk menetapkan arah kebijakan negara, termasuk diplomasi dan program nuklir yang terus menjadi sorotan dunia.
  • Selain promosi Kim Yo Jong, perhatian publik juga tertuju pada kemunculan putri Kim Jong Un, Ju Ae, yang disebut berpotensi sebagai penerus dinasti kepemimpinan Korea Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mendapat promosi dalam struktur partai berkuasa dalam kongres langka Partai Buruh Korea.

Komite Sentral Partai Buruh pada Senin menunjuk Kim Yo Jong, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil direktur departemen, menjadi direktur penuh departemen, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Ribuan elite partai memadati ibu kota Pyongyang untuk menghadiri pertemuan lima tahunan Partai Buruh yang berkuasa. Forum ini menetapkan arah kebijakan negara, mulai dari diplomasi hingga perencanaan perang.

Kongres tersebut dipandang luas sebagai ajang bagi Kim Jong Un untuk menunjukkan cengkeramannya atas kekuasaan, sekaligus menjadi kesempatan langka untuk melihat dinamika politik di negara yang tertutup itu.

1. Sosok kunci di lingkar dalam kekuasaan

Kim Jong Un (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Kim Yo Jong telah lama dikenal sebagai salah satu orang terdekat Kim Jong Un dan menjadi salah satu perempuan paling berpengaruh dalam rezim yang terisolasi tersebut. Menurut pemerintah Korea Selatan, ia lahir pada akhir 1980-an dan merupakan satu dari tiga anak yang lahir dari Kim Jong Il dan pasangan ketiganya yang diketahui publik, mantan penari Ko Yong Hui.

Ia menempuh pendidikan di Swiss bersama kakaknya dan kariernya menanjak cepat dalam struktur kekuasaan, setelah Kim Jong Un mengambil alih kepemimpinan menyusul wafatnya ayah mereka pada 2011.

Namanya kerap digunakan Pyongyang untuk mengeluarkan pernyataan resmi yang menguraikan posisi negara tersebut atau mengkritik Korea Selatan dan Amerika Serikat. Pada 2018, ia mengunjungi Korea Selatan dalam ajang Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di tengah periode mencairnya hubungan antar-Korea.

2. Kongres ke-9 Partai Buruh Korea Utara

Grup Musik Militer Pusat Tentara Rakyat Korea sebelum pertunjukan. Pembawa panji dengan bendera Korea Utara berada di latar depan. (Dmitry Ivanov., CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Kongres Partai Buruh kali ini merupakan yang kesembilan sepanjang pemerintahan dinasti Kim yang telah berlangsung beberapa dekade. Forum ini digelar lima tahunan dan menjadi ajang penting dalam menentukan arah strategis negara.

Dalam beberapa hari ke depan, Kim Jong Un diperkirakan akan memaparkan fase berikutnya dari program senjata nuklir Korea Utara. Di bawah kepemimpinannya, persenjataan nuklir negara itu disebut telah berubah dari sumber kekhawatiran global yang ringan menjadi sesuatu yang diperlakukan sebagai ancaman nyata.

Pada kongres sebelumnya lima tahun lalu, Kim menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah musuh terbesar bagi negaranya. Kini, perhatian tertuju pada apakah ia akan melunakkan sikap tersebut atau justru mempertegasnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya meningkatkan pendekatannya terhadap Kim saat melakukan tur Asia tahun lalu, dengan mengatakan dirinya 100 persen terbuka untuk pertemuan. Namun hingga kini, Kim sebagian besar menghindari upaya untuk melanjutkan dialog diplomatik tingkat tinggi.

3. Siapa penerus Kim Jong Un?

Kim Ju Ae, anak pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. (KCNA via YONHAP)

Selain promosi Kim Yo Jong, perhatian juga tertuju pada keberadaan putri remaja Kim, Ju Ae. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan menilai Ju Ae telah muncul sebagai calon penerus.

Keberadaan Ju Ae dalam sejumlah acara publik sebelumnya memicu spekulasi mengenai suksesi di negara tersebut. Kongres partai kali ini dinilai menjadi momen penting untuk membaca arah konsolidasi kekuasaan keluarga Kim.

Meski demikian, belum ada pernyataan resmi mengenai peran Ju Ae dalam struktur politik formal. Fokus utama kongres tetap pada kebijakan negara, termasuk diplomasi, pertahanan, dan program nuklir.

Dengan promosi Kim Yo Jong, kongres ini kembali menegaskan dominasi keluarga Kim dalam struktur tertinggi Partai Buruh Korea, sekaligus memperlihatkan dinamika internal kekuasaan di Pyongyang yang jarang tersorot dunia luar.

Editorial Team