Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penembakan di Iowa AS Tewaskan 6 Orang, Pelaku Bunuh Diri

Penembakan di Iowa AS Tewaskan 6 Orang, Pelaku Bunuh Diri
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
Intinya Sih
  • Enam orang tewas dalam penembakan di Muscatine, Iowa, termasuk dua anak-anak; pelaku bernama Ryan Willis McFarland bunuh diri setelah menembak kerabatnya.
  • Polisi menduga motif penembakan dipicu perselisihan keluarga; insiden ini tercatat sebagai pembunuhan massal ke-9 di AS sepanjang 2026 menurut Gun Violence Archive.
  • Data menunjukkan pembunuhan keluarga terjadi rata-rata setiap lima hari sekali di AS, dengan mayoritas pelaku laki-laki dan sebagian besar berakhir dengan bunuh diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya enam orang tewas dalam serangkaian penembakan di negara bagian Iowa, Amerika Serikat (AS). Pelaku, yang diduga merupakan kerabat korban, bunuh diri saat dihadang polisi.

Polisi mengatakan Ryan Willis McFarland, 52 tahun, menembak mati empat orang di sebuah rumah di kota Muscatine. Ia lalu menembak dirinya sendiri di tepi sungai ketika petugas mengonfrontasinya.

Dua pria lainnya ditemukan tertembak di lokasi berbeda di kota tersebut. Satu orang ditemukan tewas di dalam rumahnya, sementara satunya lagi ditemukan di sebuah tempat usaha. Polisi meyakini keenam korban merupakan kerabat McFarland.

1. Dua korban tewas adalah anak-anak

ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)
ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)

Pihak berwenang belum merilis nama para korban ataupun rincian mengenai mereka. Laporan media menyebutkan bahwa dua di antara korban masih anak-anak.

“Hari ini saya benar-benar tidak memiliki kata-kata. Tindakan kejahatan ini dan apa yang telah dilakukannya terhadap komunitas kita," kata kepala kepolisian Muscatine, Anthony Kies, dikutip dari Sky News.

Ia membenarkan bahwa McFarland memiliki catatan kriminal, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pelanggaran tersebut.

2. Tercatat sebagai pembunuhan massal ke-9 di AS pada 2026

ilustrasi mobil polisi (unsplash.com/Michael Förtsch)
ilustrasi mobil polisi (unsplash.com/Michael Förtsch)

Kasus penembakan ini masih dalam penyelidikan, Namun, investigasi awal menunjukkan bahwa penembakan tersebut dipicu oleh perselisihan keluarga. Polisi meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait peristiwa itu untuk menghubungi mereka.

Dilansir dari The Guardian, insiden ini menjadi pembunuhan massal ke-9 di AS sepanjang 2026, menurut Gun Violence Archive (GVA). Penelitian menunjukkan bahwa 94 persen kasus pembunuhan keluarga, yang biasa disebut familicide, dilakukan oleh laki-laki. Senjata api digunakan dalam 86 persen kasus tersebut.

3. Pembunuhan keluarga terjadi rata-rata setiap 5 hari sekali di AS

ilustrasi pembunuhan (unsplash.com/Andrey Zvyagintsev)
ilustrasi pembunuhan (unsplash.com/Andrey Zvyagintsev)

Berdasarkan data dari GVA, Indianapolis Star pada 2023 menyimpulkan bahwa pembunuhan keluarga terjadi rata-rata setiap lima hari sekali.

Dalam 3 tahun hingga Juli 2023, surat kabar tersebut menemukan sedikitnya 227 kasus familicide dengan total 754 kematian. Analisis ini berfokus pada dua jenis anggota keluarga inti: pasangan atau mantan pasangan, anak, orang tua atau saudara serta pembunuhan yang melibatkan mantan pasangan dan anggota keluarga tiri. Dalam 64 persen kasus, pelaku bunuh diri, seperti yang terjadi pada kasus di Iowa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More