Warga Albania Protes Pembangunan Hotel Mewah Menantu Trump

- Ratusan warga Albania berunjuk rasa di Tirana menolak pembangunan hotel mewah milik Jared Kushner yang berdiri di kawasan konservasi Vjosa-Narta dan Pulau Sazan.
- Aksi protes memanas setelah hutan pinus di Zvernec mulai ditebang untuk proyek hotel, sementara aktivis lingkungan mengaku mendapat perlakuan kasar dari penjaga lokasi.
- Pemerintah Albania melalui Mendagri dan Kejaksaan Anti-Korupsi membuka investigasi terkait kekerasan terhadap demonstran serta perubahan status lahan lindung menjadi area wisata.
Jakarta, IDN Times - Ratusan warga Albania menggelar demonstrasi di depan Kantor Perdana Menteri di Tirana. Mereka menolak pembangunan hotel mewah yang terafiliasi dengan menantu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Jared Kushner.
Demonstran dan aktivis lingkungan menolak pembangunan hotel mewah tersebut berada di area konservasi Vjosa-Narta, Zvernec. Bahkan, hotel tersebut diketahui juga dibangun di Pulau Sazan di Laut Adriatik.
“Albania dimiliki oleh warga Albania. Situasi saat ini menunjukkan kami punya area lindung, tapi negara memperbolehkan pembangunan tanpa konsultasi dan transparansi,” tutur salah satu aktivis lingkungan, Klajdi Belo, dikutip dari Euronews, Rabu (3/6/2026).
1. Warga protes perusakan hutan pinus di Zvernec
Kemarahan warga Albania ini timbul setelah beredarnya kabar soal ekskavator yang mulai menggunduli hutan pinus. Penebangan hutan massal itu untuk membuka akses jalan dan sebagai area konstruksi hotel mewah.
Salah seorang aktivis, Arilda Lleshi yang ikut memprotes di area pembangunan hotel mengaku marah dengan pembangunan itu. Ia bersama rekannya yang ikut dalam aksi dipaksa pergi dari area konstruksi oleh penjaga.
“Ini adalah kemarahan publik atas apa yang terjadi di Albania. Namun, yang paling membuat marah adalah apa yang terjadi di Zvernec dan semua sudah melihat di media sosial. Terutama saat aktivis diseret saat memprotes pagar ilegal di sana,” terangnya.
2. Mendagri Albania desak hukum penjaga yang lakukan kekerasan di Zvernec
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Albania, Besfort Lamallari mendesak hukuman kepada penjaga area konstruksi hotel yang melakukan kekerasan kepada demonstran. Menurutnya, aksi tersebut imbas dari ketidaksiapan petugas kepolisian di lokasi.
Dilansir Albania Daily News, Lamallari menyebut bahwa otoritas Albania harus menentukan apakah perusahaan tidak mampu menjalankan aktivitasnya sesuai hukum. Ia menyebut segala penemuan pelanggaran akan berdampak buruk pada operasionalnya di Albania.
3. Albania buka investigasi soal pembangunan hotel mewah Kushner
Pada saat yang sama, Kejaksaan Anti-Korupsi Albania (SPAK) membuka investigasi soal perubahan status area lindung dan kepemilikan lahan pada 2024. Sebab, lahan di kawasan lindung tersebut sudah diubah untuk menjadi kawasan wisata.
Dilansir Politico, Kushner sudah mengumumkan rencana dari perusahaan investasi Affinity Partners untuk mengubah area hutan lindung di Albania menjadi hotel mewah dengan 10 ribu kamar pada 2024. Kemudian, pada awal 2026, ia juga sudah berkunjung ke area tersebut bersama istrinya, Ivanka Trump.


















